Pejabat Dishub Turun Langsung ke Jalan Lewat Gebrak Pagi untuk Perkuat Penanganan Kemacetan Jakarta

Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Tentara Pelajar di sekitar Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (21/2/2023). Kemacetan jamak terjadi di jam-jam orang berangkat kerja dan pulang kerja. Kemacetan akan lebih parah terutama saat hujan deras. Selain pengendara lebih berhati-hati berkendara, banyak pengguna jalan yang berhenti untuk berteduh di pinggir jalan, bawah kolong jembatan penyeberangan, hingga bawah jalan layang. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum sebagai salah satu solusi terhindar dari kemacetan. KOMPAS/HERU SRI KUMORO (KUM) 21-02-2023

Indonesiaku.co –Dinas Perhubungan DKI Jakarta melibatkan jajaran pejabat dan staf untuk memantau langsung kepadatan lalu lintas pada jam sibuk pagi.

Langkah tersebut dijalankan melalui Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi atau Gebrak Pagi yang mulai dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan memperkuat pengendalian lalu lintas melalui pemantauan langsung dan koordinasi di titik-titik prioritas.

Dengan turun ke lapangan, pejabat diharapkan dapat mengetahui hambatan perjalanan sekaligus membantu menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi di lokasi.

Dalam pelaksanaannya, Dishub mengerahkan 1.420 personel yang tersebar di sejumlah titik prioritas pada lima wilayah kota administrasi Jakarta. Personel yang terlibat mencakup kepala dinas, wakil kepala dinas, pejabat eselon III dan IV, staf, serta Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Baca Juga:  Banjir Rendam Dua Gampong di Trumon Tengah, Sebanyak 112 Warga Aceh Selatan Mengungsi

Keterlibatan pejabat struktural menjadi salah satu unsur penting dalam program tersebut. Pemantauan langsung memberikan kesempatan untuk melihat situasi lalu lintas secara nyata, termasuk hambatan yang perlu mendapat perhatian dan koordinasi lebih lanjut.

Melalui Gebrak Pagi, penanganan kepadatan diharapkan tidak hanya bertumpu pada laporan, tetapi juga didukung pengamatan langsung di titik prioritas. Informasi dari lapangan dapat menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi sesuai kebutuhan saat kegiatan berlangsung.

Program ini dijadwalkan berlangsung setiap Senin, Selasa, dan Kamis pada pukul 06.30–08.00 WIB. Waktu pelaksanaan tersebut difokuskan pada jam sibuk pagi, ketika masyarakat mulai melakukan perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, dan berbagai tujuan lainnya.

Budi mengatakan bahwa penjadwalan serta pembagian tugas telah diatur agar Gebrak Pagi tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dan agenda kedinasan lainnya. Artinya, pelaksanaan pemantauan lalu lintas harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab rutin setiap petugas dan pejabat.

Baca Juga:  Wisata Museum Wayang Jakarta, Menjelajahi Sejarah, Seni, dan Budaya dalam Satu Destinasi

Selain mengandalkan kehadiran personel, Dishub juga mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga ketertiban di jalan. Pengendara diminta mematuhi peraturan lalu lintas, tidak berhenti atau parkir sembarangan, serta mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan.

Kepatuhan tersebut dibutuhkan karena kondisi lalu lintas dipengaruhi oleh perilaku semua pengguna jalan. Ketika kendaraan berhenti tidak pada tempatnya atau pengendara mengabaikan arahan petugas, arus kendaraan dapat terganggu dan kepadatan berpotensi bertambah.

Dishub DKI Jakarta menempatkan koordinasi sebagai bagian dari pelaksanaan program. Kehadiran petugas di lokasi prioritas diharapkan membantu mengenali persoalan secara langsung dan mendukung respons yang sesuai dengan kondisi yang ditemui.

Gebrak Pagi sekaligus menjadi upaya memperkuat keterlibatan jajaran Dishub dalam mendukung mobilitas warga. Pemerintah daerah berharap perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman melalui pemantauan langsung, koordinasi antarpersonel, serta kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan yang berlaku.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *