Banjir Rendam Dua Gampong di Trumon Tengah, Sebanyak 112 Warga Aceh Selatan Mengungsi

Indonesiaku.co – Banjir yang merendam dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, menyebabkan sebanyak 112 warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, warga yang mengungsi berasal dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya.

Banjir menggenangi kawasan permukiman dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.

Genangan tersebut membuat warga khawatir terhadap keselamatan mereka, terutama karena terdapat kemungkinan air kembali meningkat.

Sebagian warga memilih mengungsi ke Kompi Brimob, sedangkan lainnya menumpang di rumah kerabat.

Keputusan untuk mengungsi dilakukan sebagai upaya menghindari risiko apabila banjir kembali meluas ke kawasan tempat tinggal mereka.

Baca Juga:  KRL Bogor Sempat Terganggu, 21 Perjalanan Terlambat hingga 48 Menit

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari.

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pemerintah meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah dan mempelajari laporan mengenai kondisi yang terjadi.

Penetapan status tanggap darurat diharapkan dapat mendukung percepatan penanganan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir susulan.

Pemerintah daerah juga mempertimbangkan prakiraan curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Potensi hujan tersebut membuat masyarakat di wilayah rawan banjir diminta tetap waspada dan memperhatikan perkembangan kondisi di lingkungan masing-masing.

Mirwan menyatakan telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan.

Baca Juga:  Gempa NTT Tewaskan 103 Orang, Pemerintah Siapkan Sekolah hingga Hunian Sementara

Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dalam menghadapi keadaan darurat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Menurut pemerintah daerah, pembelian kebutuhan secara berlebihan akibat kepanikan dapat merugikan masyarakat lainnya.

Karena itu, warga diminta tetap tenang dan mengutamakan keselamatan ketika menghadapi kemungkinan perubahan kondisi banjir.

Di sisi lain, Kepala Desa Lhok Raya, Rasi Riadi, menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya.

Kerusakan tersebut menyebabkan air sungai meluap hingga memasuki kawasan permukiman penduduk.

Rasi menyampaikan harapan agar pemerintah daerah membangun kembali tanggul yang roboh sepanjang 210 meter.

Menurutnya, keberadaan tanggul yang rusak berkaitan langsung dengan masuknya air sungai ke lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Baca Juga:  Polusi Udara Dapat Picu ISPA, Warga Jakarta Diminta Segera ke Fasilitas Kesehatan

Perbaikan tanggul diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir yang kembali menggenangi rumah penduduk.

Situasi yang dialami warga Trumon Tengah menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di kawasan yang berisiko terdampak luapan sungai.

Selain penanganan darurat, pemulihan infrastruktur yang rusak juga menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan oleh pemerintah desa.

Sementara itu, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan mengikuti arahan petugas dan terus memantau perkembangan situasi agar dapat mengambil langkah yang tepat jika kondisi memburuk.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *