Indonesiaku.co – Upaya pencarian terhadap dua nelayan asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, masih berlangsung setelah kapal yang mereka gunakan ditemukan di sekitar perairan Pantai Watu Murep.
Kedua nelayan tersebut, Mislan (68) dan Budianto (65), dilaporkan hilang ketika hendak kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin (12/10/2026) malam.
Mislan dan Budianto merupakan warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. Hingga Selasa, keduanya belum ditemukan sehingga tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan mengerahkan personel dan berkoordinasi bersama sejumlah instansi terkait.
Kepala Tim SAR Trenggalek, Muhammad Jazuli Prasetyo, mengatakan laporan mengenai hilangnya dua nelayan tersebut diterima pada Selasa pagi. Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian.
Informasi awal yang diterima petugas menyebutkan bahwa kedua nelayan tersebut diperkirakan sedang dalam perjalanan pulang menuju TPI Tawang. Namun, dalam perjalanan tersebut, keduanya dilaporkan hilang. Sampai proses pencarian berlangsung, penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui.
Jazuli menduga kondisi perairan pada malam hari menyulitkan kedua nelayan untuk menentukan jalur kembali. Gelombang laut yang cukup tinggi juga diperkirakan turut memengaruhi situasi ketika keduanya berada di perairan.
Keberadaan kapal di sekitar Pantai Watu Murep menjadi salah satu petunjuk dalam pelaksanaan pencarian. Meski demikian, penemuan kapal tersebut belum menjawab keberadaan kedua nelayan sehingga petugas masih berupaya menyisir wilayah sekitar.
Tim SAR Trenggalek mengerahkan lima personel dalam operasi tersebut. Pencarian dilakukan melalui pemantauan dari darat dan penyisiran laut. Petugas juga menjalin koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pacitan, Polres Pacitan, unsur TNI, serta nelayan setempat.
Keterlibatan berbagai unsur diharapkan membantu memperluas jangkauan pencarian. Nelayan setempat juga dapat mendukung pemantauan karena memahami kondisi perairan di sekitar wilayah tersebut.
Namun, operasi pencarian menghadapi kendala berupa gelombang laut yang dilaporkan cukup tinggi. Informasi kondisi perairan diperoleh melalui pengecekan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Jazuli menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat pencarian di laut belum bisa dilakukan secara maksimal. Karena itu, tim berupaya mengoptimalkan pemantauan dari darat sambil menunggu perkembangan cuaca yang memungkinkan penyisiran laut dilakukan dengan lebih aman.
Keputusan melanjutkan pencarian di laut harus mempertimbangkan keselamatan petugas. Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko bagi personel maupun peralatan yang digunakan selama operasi.
Hingga Selasa, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan Mislan dan Budianto. Petugas terus memantau perkembangan kondisi perairan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat.
Belum ada keterangan mengenai penyebab pasti hilangnya kedua nelayan tersebut. Tim masih mengandalkan proses pencarian dan informasi yang tersedia untuk mengetahui keberadaan mereka.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca dan gelombang perlu menjadi perhatian serius bagi nelayan ketika beraktivitas di laut. Perencanaan perjalanan, pemantauan informasi cuaca, serta penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di perairan.***