Pendakian Gunung Kerinci Kembali Dibuka, BBT NKS Ingatkan Bahaya Api dan Kebakaran Hutan

Indonesiaku.co – Kabar dibukanya kembali wisata pendakian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menjadi kesempatan bagi pencinta alam untuk merencanakan perjalanan ke sejumlah destinasi unggulan.

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mengumumkan bahwa kegiatan pendakian kembali dibuka pada pertengahan Oktober 2026 setelah ditutup sementara sejak 1 September 2026.

Destinasi yang disebut dalam pengumuman tersebut meliputi Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai. Seiring dengan pembukaan kembali akses wisata, pengelola menegaskan bahwa proses pendaftaran dan pemesanan tiket dilakukan sepenuhnya secara daring.

Sistem ini menjadi bagian dari prosedur kunjungan yang harus diperhatikan calon pendaki sebelum berangkat. Dengan mengetahui mekanisme pemesanan sejak awal, pengunjung dapat menyiapkan administrasi dan mengurangi risiko kendala ketika tiba di lokasi.

Pemesanan melalui aplikasi dan situs resmi

Berdasarkan pengumuman BBTNKS, pengguna perangkat Android dapat memesan tiket melalui aplikasi Ayo Ke Taman Nasional. Sementara itu, pengguna perangkat iOS dapat mengakses situs resmi di alamat ayoketamannasional.kehutanan.go.id.

Baca Juga:  Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo Terima Bintang Mahaputera Sebelum Resmi Tinggalkan Jabatan di Polri

Calon pendaki sebaiknya memastikan bahwa informasi yang digunakan berasal dari kanal resmi. Sebelum melakukan pemesanan, pengunjung perlu memeriksa tujuan pendakian, jadwal kunjungan, persyaratan administrasi, serta ketentuan lain yang ditetapkan pengelola.

Informasi tentang ketersediaan tiket dan persyaratan terbaru juga perlu diperiksa secara langsung melalui sistem pemesanan. Jangan menganggap tiket otomatis tersedia hanya karena jalur pendakian sudah dibuka kembali.

Pengunjung disarankan menyelesaikan seluruh tahapan sesuai petunjuk yang diberikan pada platform resmi dan menyimpan bukti pemesanan untuk keperluan verifikasi.

Ada tahapan pemeriksaan di pintu masuk

Pemesanan daring bukan satu-satunya prosedur yang harus dilakukan. Setiap pendaki tetap diwajibkan menjalani verifikasi di lokasi sebelum dan setelah melakukan pendakian.

Tahapannya dimulai dengan pemindaian tiket masuk atau scan ticket in. Setelah itu, petugas memeriksa kelengkapan administrasi peserta dan memberikan pembekalan keselamatan atau safety briefing.

Setelah kegiatan selesai, pendaki juga harus menjalani pemindaian tiket keluar atau scan ticket out di masing-masing pintu masuk pendakian. Tahapan tersebut perlu diikuti sesuai arahan petugas.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Dipastikan Tak Saingi Warung, Pemerintah Fokus Perkuat Ekonomi Desa

Pembekalan keselamatan menjadi bagian penting karena kegiatan pendakian mempunyai risiko yang berkaitan dengan kondisi medan, cuaca, dan keadaan alam. Pendaki perlu memahami arahan yang diberikan serta menyesuaikan persiapan dengan karakteristik tujuan yang dipilih.

Larangan menyalakan api tetap berlaku

Pembukaan kembali wisata pendakian dilakukan setelah pemantauan bersama BBTNKS, PVMBG kawasan Gunung Kerinci, pemerintah daerah, forum relawan, dan pihak terkait. Hasil pemantauan yang disampaikan pengelola menunjukkan tidak ditemukan indikasi karhutla di lokasi pendakian kawasan TNKS.

Namun, seluruh pengunjung tetap diminta menjaga kawasan dari risiko kebakaran. Pendaki dilarang melakukan aktivitas yang dapat memicu karhutla, termasuk menyalakan api sembarangan.

BBTNKS juga akan terus memantau titik panas dan aktivitas vulkanis Gunung Kerinci serta melakukan evaluasi berkala.

Baca Juga:  Pemerintah Susun Ulang Anggaran Pendidikan 2027 untuk Mendukung Program Sekolah Negeri Gratis

Pelaku usaha wisata juga perlu memenuhi izin

Selain pendaki, penyedia jasa perjalanan wisata, pemandu atau interpreter, dan pelaku usaha wisata di kawasan TNKS diwajibkan mengurus izin resmi penyediaan jasa melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Ketentuan tersebut perlu diperhatikan oleh wisatawan yang menggunakan jasa perjalanan atau pemandu. Dengan mengikuti prosedur resmi, pengunjung dapat merencanakan kegiatan secara lebih tertib.

Sebelum berangkat, calon pendaki sebaiknya memeriksa kembali informasi terbaru pada portal resmi BBTNKS. Persiapan administrasi, perlengkapan, dan pemahaman aturan menjadi bagian penting agar perjalanan berlangsung aman serta tetap mendukung pelestarian kawasan konservasi.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *