Indonesiaku.co – Keberhasilan TNI mengevakuasi jenazah Kapten Pilot Nicholas F. Goselin dari Kabupaten Yahukimo ke Timika menjadi bagian dari upaya aparat dalam memulihkan situasi keamanan di Papua. Di balik operasi tersebut, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
Kapten Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat yang bertugas sebagai pilot PT AMA, meninggal dunia setelah menjadi korban serangan kelompok bersenjata saat pesawat Pilatus PK-RCY yang diterbangkannya mendarat di Bandara Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7).
Setelah kondisi dinyatakan aman, personel Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III melaksanakan operasi evakuasi menggunakan helikopter. Jenazah kemudian dibawa menuju Rumah Sakit TNI AD di Timika untuk menjalani proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga.
Lucky menyampaikan duka cita atas meninggalnya Kapten Nicholas dan menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang melampaui nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, aksi kekerasan tidak hanya merenggut nyawa seseorang, tetapi juga menghambat upaya pembangunan di Papua.
Ia mengatakan dukungan masyarakat terhadap aparat keamanan selama proses evakuasi menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjaga stabilitas wilayah. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga dinilai memiliki peran penting dalam membantu kelancaran operasi.
Selain mengevakuasi jenazah korban, aparat juga berhasil mengamankan tujuh penumpang pesawat yang berada di lokasi kejadian. Keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.
Lucky menilai kondisi keamanan yang kondusif merupakan syarat agar berbagai program pembangunan pemerintah dapat berjalan secara optimal. Tanpa keamanan, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi akan sulit berkembang.
Ia menyebut percepatan pembangunan yang dijalankan pemerintah akan lebih mudah menjangkau masyarakat di pelosok Papua apabila situasi tetap aman. Karena itu, seluruh pihak diharapkan turut menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.
Dalam kesempatan itu, Lucky kembali mengingatkan kelompok TPNPB-OPM agar menghentikan aksi kekerasan serta meletakkan senjata. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan harus dilakukan melalui cara-cara yang menghormati hukum.
TNI, lanjut Lucky, akan tetap menjalankan tugas berdasarkan aturan yang berlaku dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun, aparat juga memiliki kewajiban melindungi masyarakat sehingga tindakan tegas dapat diambil apabila situasi mendesak mengancam keselamatan warga.
Ia menegaskan prinsip keselamatan rakyat menjadi pedoman utama setiap prajurit dalam menjalankan operasi. Oleh sebab itu, seluruh langkah yang dilakukan selalu mempertimbangkan aspek hukum sekaligus perlindungan terhadap masyarakat sipil.
Lucky berharap masyarakat terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong demi menciptakan Papua yang damai. Menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan maksimal apabila masih diwarnai aksi kekerasan maupun intimidasi.
Di akhir keterangannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Dengan keamanan yang terjaga, kualitas sumber daya manusia dapat terus meningkat, pembangunan dapat dipercepat, dan kesejahteraan masyarakat Papua diharapkan semakin baik di masa mendatang.***