Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Pelestarian Candi Prambanan, Fokus Revitalisasi Candi Perwara

Indonesiaku.co – Hubungan bilateral antara Indonesia dan India kembali diperkuat melalui kerja sama di bidang kebudayaan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi meluncurkan kolaborasi konservasi warisan budaya Candi Prambanan dalam kunjungan kenegaraan yang berlangsung di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta.

Peluncuran kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda utama kunjungan Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026. Selain membahas berbagai isu strategis dalam hubungan bilateral, kedua negara juga menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah dunia.

Prosesi peresmian dilakukan melalui penyingkapan plakat bertuliskan “Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple.” Plakat tersebut dipasang di kawasan kompleks Candi Prambanan sebagai simbol dimulainya kerja sama konservasi antara kedua negara.

Lokasi plakat berada tidak jauh dari kawasan candi-candi perwara yang hingga kini masih berupa susunan batu dan belum sepenuhnya direkonstruksi. Kawasan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja sama yang akan dijalankan Indonesia dan India.

Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun sekitar abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks ini telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang sangat tinggi.

Baca Juga:  Pemprov DKI Tetapkan Tarif Rp1 untuk Transportasi Publik, Berlaku Sehari Penuh Saat HUT RI

Selain tiga candi utama yang didedikasikan untuk Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma, kawasan Prambanan juga memiliki ratusan candi pendamping atau yang dikenal sebagai candi perwara. Berdasarkan data arkeologi, jumlah candi perwara mencapai sekitar 224 bangunan yang mengelilingi candi utama.

Namun hingga kini, sebagian besar candi perwara masih berupa reruntuhan akibat berbagai faktor, termasuk gempa bumi yang pernah melanda kawasan tersebut pada masa lampau. Proses penyusunan kembali candi-candi tersebut membutuhkan penelitian arkeologi yang panjang serta teknik konservasi yang sangat teliti.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menjelaskan bahwa kerja sama dengan India akan difokuskan pada konservasi sekaligus revitalisasi kawasan Candi Prambanan, termasuk upaya melanjutkan rekonstruksi candi-candi perwara yang masih belum berdiri utuh.

India dipilih sebagai mitra karena memiliki pengalaman panjang dalam pelestarian berbagai situs bersejarah, terutama bangunan bercorak Hindu dan Buddha yang memiliki karakteristik arsitektur serupa dengan Candi Prambanan.

Melalui kolaborasi ini, kedua negara diharapkan dapat saling bertukar pengetahuan, teknologi konservasi, serta pengalaman dalam menjaga bangunan bersejarah yang telah berusia lebih dari seribu tahun.

Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi di kawasan Candi Prambanan diawali dengan peninjauan dari udara menggunakan helikopter kepresidenan. Dari ketinggian, keduanya dapat melihat secara langsung luasnya kompleks candi beserta kawasan konservasi di sekitarnya.

Baca Juga:  Pendidikan Gratis Sekolah Negeri Akan Menjangkau Sekitar 164 Ribu Sekolah di Indonesia

Setelah tiba di lokasi, kedua pemimpin melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan buggy untuk mengelilingi kawasan utama candi. Selama perjalanan, Presiden Prabowo dan PM Modi beberapa kali memperhatikan kondisi bangunan serta kawasan konservasi yang menjadi bagian penting dari situs bersejarah tersebut.

Dalam salah satu momen kunjungan, PM Narendra Modi turun dari kendaraan dan berjalan menuju halaman utama Candi Prambanan. Ia kemudian menyapa sejumlah umat Hindu yang sedang melaksanakan ibadah di kawasan pelataran candi.

Interaksi tersebut berlangsung hangat dan menjadi simbol hubungan budaya yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Hindu terbesar di dunia, India memiliki hubungan historis yang erat dengan perkembangan budaya Hindu di Nusantara.

Setelah itu, Presiden Prabowo dan PM Modi menuju lokasi peluncuran kerja sama konservasi. Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, kedua pemimpin menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan sebagai salah satu fondasi hubungan bilateral Indonesia dan India.

Selain bidang kebudayaan, kedua negara sebelumnya juga telah membahas berbagai bentuk kerja sama lain dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut mencakup pembahasan mengenai ekonomi, investasi, perdagangan, pendidikan, hingga pengembangan teknologi.

Baca Juga:  17 Cabang Olahraga Indonesia Bertanding di Asian Games 2026, Bulu Tangkis Beregu Kejar Tiket Semifinal

Kerja sama konservasi Candi Prambanan menjadi salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelestarian situs sejarah, tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata budaya Indonesia.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional, Candi Prambanan setiap tahun menarik jutaan wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Keberhasilan menjaga kelestarian kompleks candi akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi masyarakat sekitar, serta citra Indonesia di tingkat internasional.

Pelestarian Candi Prambanan juga memiliki arti penting bagi generasi mendatang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi bukti kejayaan peradaban Nusantara sekaligus mencerminkan tingginya kemampuan arsitektur dan seni masyarakat pada masa lampau.

Melalui kolaborasi Indonesia dan India, proses konservasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian yang sesuai standar internasional. Revitalisasi candi-candi perwara juga diharapkan mampu mengembalikan kemegahan kawasan Prambanan secara bertahap tanpa menghilangkan nilai autentik yang dimilikinya.

Kerja sama ini sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan India yang tidak hanya dibangun melalui diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga melalui upaya bersama dalam menjaga warisan budaya dunia agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *