Keluarga Akhirnya Bisa Memakamkan Taruno, Adiknya Masih Dicari Usai Kecelakaan KMP Virgo

Indonesiaku.co –Keluarga Taruno Hidayat akhirnya dapat mengantarkan jenazahnya ke tempat peristirahatan terakhir setelah korban KMP Virgo Transport 8 tersebut ditemukan di perairan Masalembo. Taruno dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Seweru, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Taruno merupakan salah satu dari dua warga Kabupaten Madiun yang menjadi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Ia ditemukan pada Jumat (25/9) di perairan Masalembo, Laut Jawa, setelah sebelumnya dinyatakan hilang selama sekitar dua pekan.

Informasi penemuan jenazah tersebut disampaikan melalui Basarnas Surabaya. Namun, proses pemulangan baru dilakukan pada Sabtu (26/9), setelah jenazah menjalani proses identifikasi.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis menjelaskan bahwa identitas Taruno dapat dipastikan berdasarkan sejumlah kondisi yang memperjelas. Pakaian yang dikenakan serta keterangan pihak keluarga turut membantu proses identifikasi.

Baca Juga:  Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi 10 Korban Kapal Virgo Transport 8

Setelah melalui koordinasi, DVI kemudian mengeluarkan nota yang menyatakan bahwa jenazah tersebut teridentifikasi sebagai Taruno Hidayat. Kepastian itu memungkinkan jenazah untuk dipulangkan ke Kabupaten Madiun.

Pemulangan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak, antara lain Basarnas, DVI Banjarmasin, kepolisian, BPBD Jawa Timur, Dinsos Jawa Timur, dan BPBD Kabupaten Madiun.

Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah Taruno di Desa Kare. Keluarga dan tetangga menyambut peti jenazah dengan tangis. Selama sekitar dua pekan, keluarga menantikan kabar mengenai keberadaan Taruno setelah kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan karam.

Setelah tiba di desa, ambulans yang membawa peti jenazah langsung menuju Masjid Baitul Muttaqin. Jenazah kemudian disholatkan sebelum dibawa ke tempat pemakaman umum Dusun Seweru untuk dimakamkan.

Baca Juga:  Hadapi Kekeringan September, BPBD Banyumas Ajak Warga Cegah Karhutla Sejak Dini

Taruno semasa hidupnya bekerja sebagai guru sekolah dasar di desa setempat. Ia juga memiliki kegiatan usaha tambahan dengan berdagang komoditas sayur ke Kalimantan. Usaha tersebut dijalankan setelah mendapat ajakan dari kawan lama.

Untuk keperluan berdagang, Taruno berangkat menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan bersama adik kandungnya, Tihwin Nuryanto. Namun perjalanan keduanya berakhir dengan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Tihwin yang berusia 43 tahun hingga kini belum ditemukan. Berbeda dengan Taruno yang telah ditemukan dan dimakamkan, pencarian terhadap Tihwin masih dilakukan oleh tim SAR.

Kondisi tersebut membuat keluarga masih berada dalam penantian. Di satu sisi, keluarga telah mendapatkan kepastian mengenai Taruno dan dapat melaksanakan pemakamannya. Di sisi lain, kabar mengenai Tihwin masih ditunggu.

Baca Juga:  Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT, Pemerintah Perkuat Koordinasi Penanganan Pengungsi

Taruno meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Setelah proses identifikasi selesai, keluarga akhirnya dapat menggelar prosesi pemakaman di kampung halaman.

Pemakaman tersebut berlangsung setelah jenazah Taruno ditemukan di perairan Masalembo dan dipastikan melalui proses DVI. Sementara itu, pencarian terhadap Tihwin masih menjadi bagian dari upaya tim SAR untuk menemukan korban lain yang belum diketahui keberadaannya.

Bagi keluarga, kepulangan Taruno membawa kepastian setelah penantian panjang. Namun, suasana duka masih disertai harapan agar keberadaan Tihwin segera mendapatkan titik terang.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *