Evakuasi Korban Virgo Transport 8 Terkendala Kondisi Kapal Labil, Penyelam Pilih Ambil dari Bagian Luar

Indonesiaku.co – Tim SAR gabungan masih menghadapi tantangan dalam mengevakuasi korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam. Salah satu kendala utama adalah posisi badan kapal di bawah laut yang masih labil sehingga penyelam tidak berani masuk terlalu jauh ke dalam kapal.

Kasubbag Umum Basarnas Banjarmasin Budiono menjelaskan bahwa kondisi tersebut memiliki risiko tinggi bagi keselamatan penyelam. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Senin malam.

Menurut Budiono, tim penyelam yang terdiri atas personel Basarnas, TNI AL, serta potensi SAR lainnya harus mempertimbangkan keselamatan sebelum melakukan tindakan di dalam badan kapal. Kondisi kapal yang tidak stabil membuat penyelaman ke bagian dalam memiliki risiko yang tidak dapat diabaikan.

Untuk sementara, strategi evakuasi dilakukan dengan mengambil korban yang dapat dijangkau dari bagian luar badan kapal. Metode tersebut memungkinkan tim tetap melakukan proses evakuasi sekaligus mengurangi risiko terhadap personel yang harus bekerja di bawah air.

Baca Juga:  Wings Air Jadi Maskapai Pertama yang Kembali Terbang dari Sampit, Ini Jadwalnya

Kendati demikian, tim SAR tidak menghentikan upaya untuk menjangkau korban yang masih berada di dalam kapal. Berbagai cara dilakukan agar akses menuju bagian kapal yang sulit dijangkau dapat terbuka.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memecahkan kaca jendela kapal. Cara tersebut digunakan untuk membantu penyelam menjangkau korban yang berada di bagian dalam. Upaya ini menjadi bagian dari strategi tim untuk memaksimalkan proses evakuasi dengan kondisi yang tersedia di lokasi.

Kondisi bawah laut membuat proses pencarian berbeda dibandingkan pencarian korban di permukaan. Penyelam harus memperhatikan keselamatan diri sebelum masuk ke area tertentu. Struktur kapal yang berada dalam posisi labil juga dapat menimbulkan risiko tambahan selama proses evakuasi.

Baca Juga:  Kemensos Siapkan Rp14 Miliar untuk Bantu Penyintas Gempa NTT

Karena itu, tim SAR harus menyesuaikan tindakan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Keputusan untuk membatasi akses ke bagian dalam kapal bukan berarti proses pencarian dihentikan. Evakuasi tetap dilakukan dari bagian yang dapat dijangkau secara aman.

Budiono juga menyampaikan harapan agar seluruh petugas yang menjalankan operasi diberikan kekuatan dan kesehatan. Ia meminta dukungan doa dari masyarakat sehingga misi kemanusiaan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Menurut data Basarnas, Kapal Virgo Transport 8 membawa total 243 penumpang dan kru. Hingga laporan tersebut disampaikan, 179 orang telah berhasil dievakuasi.

Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 71 orang meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Angka tersebut membuat operasi pencarian masih terus dilakukan. Tim di lapangan harus bekerja dengan mempertimbangkan kondisi kapal, lingkungan bawah laut, serta keselamatan personel yang terlibat.

Baca Juga:  Titik Panas Kalsel Sempat Turun, Menhut Tetap Waspada karena El Nino Masih Berlangsung

Evakuasi korban menjadi prioritas dalam operasi tersebut. Namun, tim juga harus memastikan penyelam tidak menghadapi risiko yang dapat menimbulkan korban baru.

Dengan kondisi badan kapal yang masih labil, proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian. Tim SAR terus menggunakan kemampuan dan peralatan yang tersedia untuk menjangkau korban.

Upaya memecahkan kaca kapal menjadi salah satu contoh tindakan yang dilakukan untuk memperluas akses menuju korban. Sementara korban yang bisa dijangkau dari luar tetap dievakuasi.

Pencarian terhadap 64 orang yang belum ditemukan masih menjadi bagian utama operasi. Tim SAR gabungan terus berusaha menjalankan misi tersebut sambil menyesuaikan langkah dengan kondisi kapal yang berada di bawah laut.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *