Indonesiaku.co – Pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak setelah menggunakan speed boat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau terus dilakukan.
Pada hari keempat, tim SAR gabungan menelusuri wilayah perairan sekaligus tiga pulau terdekat dari kawasan gunung untuk mencari keberadaan rombongan.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim memusatkan pencarian pada empat sektor dan satu sektor khusus. Sektor khusus tersebut berada di sekitar pulau-pulau yang jaraknya kurang lebih 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten menjadi armada yang ditugaskan untuk melakukan pencarian di sektor khusus.
Penyisiran dilakukan di sekitar kawasan Anak Krakatau dan dilanjutkan dengan pemeriksaan di tiga pulau, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.
Tim SAR melakukan pemeriksaan langsung hingga ke daratan. Kondisi cuaca yang mendukung membuat kapal dapat mendekati pulau-pulau tersebut sehingga personel memiliki kesempatan untuk menyisir area daratan.
Penyisiran oleh KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten berlangsung kurang lebih selama tiga jam. Namun, pencarian tersebut belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Tim juga menggunakan helikopter 3604 untuk memperluas pencarian dari udara. Helikopter tersebut melakukan penyisiran selama sekitar satu jam di wilayah yang berada di sekitar titik terakhir speed boat diduga hilang kontak.
Meskipun pencarian telah dilakukan melalui laut, darat, dan udara, hasil operasi pada hari keempat masih nihil. Berdasarkan last known position atau LKP, tim juga belum menemukan speed boat maupun para penumpangnya.
Dalam pencarian tersebut, KAL Anyer menemukan sebuah pelampung atau life jacket. Benda tersebut menjadi satu-satunya temuan yang berhasil diperoleh dari seluruh sektor pencarian. Tidak ada temuan lain yang dapat memastikan lokasi delapan orang yang masih dicari.
Rombongan tersebut sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menggunakan speed boat untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dengan tujuan meliput aktivitas vulkanik.
Lima jurnalis yang berada dalam kapal adalah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi, dan Donal Husni. Mereka berasal dari sejumlah latar belakang media dan profesi jurnalistik, termasuk pewarta foto dan jurnalis.
Tiga orang lainnya terdiri atas nakhoda, anak buah kapal, dan seorang pemandu. Dengan demikian, total terdapat delapan orang dalam speed boat yang hingga hari keempat masih dalam pencarian.
Tim SAR terus memusatkan operasi di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau dengan memanfaatkan armada laut, pemeriksaan daratan, serta dukungan pencarian melalui udara. Seluruh upaya dilakukan untuk mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan rombongan yang hilang kontak tersebut.***