Pengemudi Mobil Meninggal Usai Tertemper KA Ijen Ekspres di Perlintasan Jember

Indonesiaku.co – Kecelakaan yang melibatkan KA Ijen Ekspres dan sebuah mobil terjadi di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis. Dalam peristiwa tersebut, pengemudi mobil bernama Yusril Nur Ibnu, 21 tahun, meninggal dunia saat perjalanan menuju Puskesmas Bangsalsari.

Insiden tersebut terjadi ketika KA 239F Ijen Ekspres yang melayani perjalanan relasi Malang-Ketapang melintas di petak jalan Tanggul-Bangsalsari. Lokasi kejadian berada di KM 173+060 dan insiden terjadi sekitar pukul 12.05 WIB.

Manajer Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan mobil yang tertemper merupakan kendaraan berwarna putih dengan nomor polisi P 1236 HY.

Berdasarkan laporan dari lapangan, mobil tersebut bergerak dari arah selatan. Ketika akan melewati perlintasan sebidang, pengendara diduga tidak menaati rambu lalu lintas.

Pengendara disebut berhenti sejenak dan menoleh ke kanan serta kiri sebelum melewati perlintasan. Namun, KA Ijen Ekspres sudah berada dalam jarak yang terlalu dekat.

Baca Juga:  Bara Api Diduga Terbawa Angin dari Jedong hingga Membakar TPA Supit Urang

Masinis kereta sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Akan tetapi, peringatan tersebut tidak dapat mencegah terjadinya temperan karena jarak antara kereta dan kendaraan sudah terlalu dekat.

“Masinis KA Ijen Ekspres sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali, namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kejadian temperan tidak dapat dihindarkan,” ujar Cahyo.

Setelah insiden terjadi, pengemudi mobil kemudian dibawa menuju Puskesmas Bangsalsari. Namun, Yusril meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut.

Di sisi lain, KA Ijen Ekspres harus melakukan berhenti luar biasa. Pemberhentian dilakukan untuk memastikan kondisi sarana kereta api setelah mengalami temperan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kereta. Setelah pemeriksaan selesai, KA Ijen Ekspres dinyatakan aman untuk kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 12.19 WIB.

Baca Juga:  Kebakaran Bromo Kembali Terjadi, Luas Lahan Terbakar Masih Belum Diketahui

Seluruh penumpang dan petugas kereta api dalam kondisi selamat. Namun, perjalanan kereta mengalami dampak berupa keterlambatan selama 46 menit.

Cahyo menyebut terdapat kerusakan pada lampu kabut lokomotif akibat insiden tersebut. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu perjalanan kereta api di lintas tersebut setelah pemeriksaan dilakukan.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi. Pihak KAI juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.

Keselamatan di perlintasan sebidang, menurut KAI, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, PT KAI Daop 9 Jember mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam memitigasi risiko di perlintasan sebidang.

KAI juga meminta pengguna jalan memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum melintas. Pengendara harus berhenti sejenak, memahami rambu lalu lintas, memperhatikan situasi sekitar, dan memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas.

Baca Juga:  Tim DVI Periksa DNA 22 Jenazah Korban Kapal Virgo yang Belum Teridentifikasi

Ketentuan tersebut sejalan dengan Pasal 124 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam aturan tersebut, pemakai jalan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Kewajiban pengemudi juga diatur dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengemudi wajib berhenti ketika sinyal berbunyi, palang pintu mulai ditutup, atau terdapat isyarat lain.

KAI mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan ketentuan tersebut. Kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak karena memiliki jarak pengereman yang panjang.

Karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan pengguna jalan ketika melewati perlintasan sebidang menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi kembali.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *