Tiga Kali Erupsi dalam Sehari, Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Dipantau

Indonesiaku.co – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami tiga kali erupsi pada Selasa. Aktivitas tersebut tercatat sejak pagi hingga siang hari ketika status gunung api berada pada Level III atau Siaga.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat tidak mendekati kawasan puncak dalam radius lima kilometer.

Berdasarkan laporan pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pukul 06.27 WIB. Letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 67 milimeter dan berlangsung sekitar tiga menit 53 detik.

Sekitar 13 menit kemudian, tepatnya pukul 06.40 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dengan amplitudo 49 milimeter.

Aktivitas vulkanik berlanjut pada siang hari. Erupsi ketiga tercatat pada pukul 12.28 WIB dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi sekitar 28 detik. Catatan waktu serta amplitudo tersebut menjadi bagian dari pemantauan instrumental terhadap aktivitas gunung api.

Baca Juga:  Karhutla Capai 36 Ribu Hektare, Pemerintah Perkuat Pemadaman dan Penegakan Hukum

Meski tiga kali erupsi tercatat, tinggi kolom abu tidak dapat diamati secara visual. Sebaran abu menutupi pandangan, sedangkan perangkat CCTV di lapangan sempat tidak aktif. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan keterbatasan pengamatan visual sebagai alasan untuk menganggap kawasan gunung sudah aman.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa masyarakat harus mematuhi larangan memasuki radius lima kilometer dari pusat erupsi. Ketentuan tersebut berlaku bagi warga, wisatawan, pengunjung, dan pendaki.

Pembatasan juga diberlakukan di sektor barat laut dan tenggara. Masyarakat dilarang memasuki wilayah dalam radius satu kilometer dari kemunculan pulau baru di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah potensi bahaya perlu diwaspadai, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, potensi aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak material lava panas dengan air laut atau air hujan. Karena itu, aktivitas di zona berbahaya harus dihindari sesuai rekomendasi petugas.

Baca Juga:  Abu Vulkanik Dibersihkan, Runway Tiga Bandara Diuji Sebelum Kembali Beroperasi

Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, warga pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang. Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, khususnya kabar mengenai potensi tsunami akibat erupsi.

Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh melalui Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten. Masyarakat diharapkan mengutamakan informasi resmi dan mengikuti arahan keselamatan agar tidak mengambil risiko yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *