Delapan Personel TNI AD Dievakuasi Usai Helikopter MI-17 Jatuh di Perairan Seruyan

Indonesiaku.co – Kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menyebabkan delapan personel harus menjalani proses evakuasi.

Helikopter dengan nomor registrasi HA-5235 tersebut mengalami insiden ketika menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan, helikopter mengalami gangguan teknis saat melakukan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.

Sebelum kejadian, helikopter tersebut bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB.

Penerbangan dilakukan untuk mendukung misi water bombing di Resor Telaga Pulang, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Rute penerbangan yang dijalankan adalah Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.

Baca Juga:  Venezuela Percepat Pemulihan Pascagempa, Ribuan Personel Fokus Evakuasi dan Rekonstruksi

Gangguan teknis yang terjadi di wilayah perairan Desa Sungai Perlu kemudian menyebabkan helikopter mengalami kecelakaan.

Delapan personel yang berada di dalam helikopter selanjutnya menjadi prioritas dalam proses penyelamatan.

Mereka masing-masing adalah Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.

Tim gabungan langsung melakukan upaya evakuasi setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

Dalam perkembangan penanganan, dua personel berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB.

Keduanya kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis.

Proses evakuasi belum selesai setelah dua personel berhasil diselamatkan.

Baca Juga:  Status Waspada Gunung Anak Krakatau Belum Berubah, Wisatawan Dilarang Mendekati Kawah Aktif

Enam personel lainnya masih berada dalam proses evakuasi melalui jalur udara dan laut.

Upaya penyelamatan tersebut didukung helikopter Kamov serta tim gabungan yang terlibat dalam penanganan di lokasi kejadian.

Budi Rachmat menyampaikan bahwa keselamatan seluruh personel menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

Pihaknya terus berupaya agar enam personel yang masih dalam proses evakuasi dapat segera diselamatkan.

Sementara itu, Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata membenarkan adanya kecelakaan helikopter MI-17V5 HA-5235 di wilayah Kabupaten Seruyan.

Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal mengenai insiden tersebut.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin juga dilaporkan sedang menuju lokasi kejadian.

Kedatangan Pangdam bertujuan untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan.

Baca Juga:  Sekitar 600 Personel Jepang Dikirim ke Indonesia untuk Bantu Pemadaman Karhutla

Dodo Sahata menyampaikan bahwa dirinya bersama Pangdam turut bergerak menuju lokasi.

Insiden ini terjadi ketika helikopter TNI AD sedang menjalankan tugas mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Hingga informasi awal disampaikan, dua personel telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, sedangkan enam lainnya masih dalam proses penyelamatan.

Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi melalui jalur udara dan laut untuk menyelamatkan seluruh personel yang berada di dalam helikopter.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *