Gempa Jawa Timur Terasa di Malang dan Jember, BMKG Sebut Tak Ada Potensi Tsunami

Indonesiaku.co – Gempa bumi yang mengguncang wilayah laut selatan Jawa Timur pada Senin pagi, 14 September 2026, dirasakan di sejumlah kawasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Jember. Gempa tersebut memiliki magnitudo pemutakhiran 5,0 dengan pusat gempa berada di bawah laut.

Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 9,57 derajat Lintang Selatan dan 112,78 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berjarak sekitar 160 kilometer arah tenggara dari pesisir Kabupaten Malang.

Gempa tercatat berada pada kedalaman 39 kilometer. Meskipun guncangannya dirasakan oleh warga di beberapa wilayah, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Daerah yang dilaporkan merasakan guncangan antara lain Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Gedangan di Kabupaten Malang. Getaran juga dirasakan di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

Baca Juga:  Gardu Listrik LRT Pancoran Rusak, Pria Tewas Tersengat Listrik

Berdasarkan estimasi shakemap BMKG, guncangan gempa mencapai skala intensitas III MMI. Skala tersebut menunjukkan bahwa getaran dapat dirasakan cukup nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang berada di dalam rumah.

Sensasi guncangan pada skala III MMI dapat menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas di sekitar rumah. Meski terasa, tingkat intensitas tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya kerusakan bangunan.

Gempa tersebut sempat membuat sebagian warga terkejut karena terjadi pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat mulai berlangsung. Namun, tidak ada informasi mengenai peringatan tsunami setelah gempa terjadi.

BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk gempa dangkal. Sumber gempa berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng di wilayah laut selatan Jawa Timur. Mekanisme pergerakannya disebut berupa sesar turun atau normal fault.

Baca Juga:  Evakuasi Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berlangsung Hingga Dini Hari, Posko DVI Disiagakan di Tanjung Perak

Wilayah laut selatan Jawa memang dikenal sebagai kawasan tektonik aktif. Pergerakan lempeng di zona tersebut dapat memicu gempa bumi dengan kekuatan yang bervariasi. Oleh karena itu, masyarakat pesisir perlu memahami informasi kebencanaan dan mengetahui langkah keselamatan ketika gempa terjadi.

Selain memastikan tidak adanya potensi tsunami, BMKG juga menyampaikan bahwa hingga pukul 09.00 WIB belum terpantau aktivitas gempa bumi susulan. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi seismik setelah gempa utama.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mempercayai informasi yang beredar tanpa sumber jelas. Warga diminta mengandalkan informasi resmi BMKG apabila ingin mengetahui perkembangan gempa maupun potensi bencana yang mungkin terjadi.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Cuaca Indonesia Didominasi Berawan pada Senin

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi bangunan setelah guncangan. Jika terdapat retakan, kerusakan struktur, atau bagian rumah yang terlihat tidak aman, warga sebaiknya menghindari ruangan tersebut terlebih dahulu.

Langkah pemeriksaan bangunan diperlukan untuk memastikan tidak ada bagian yang berisiko membahayakan penghuni. Keselamatan harus menjadi prioritas meskipun gempa telah berakhir dan situasi dinyatakan terkendali.

Gempa dengan magnitudo pemutakhiran 5,0 ini tidak disertai potensi tsunami. Dengan episenter di laut dan kedalaman 39 kilometer, guncangan dirasakan di sejumlah daerah pesisir Malang dan Jember.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan resmi, serta tidak menyebarkan kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *