Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, Guru dan Siswa SMP Almaarif 01 Singosari Dilatih Membuat Sabun Cair Berbahan Aloe Vera

Indonesiaku.co – Upaya memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah terus dikembangkan melalui berbagai pendekatan edukatif dan inovatif. Salah satunya dilakukan tim dosen Institut Pertanian Malang (IPM) bersama Politeknik Negeri Madura melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan berbahan aktif Aloe vera bagi guru dan siswa SMP Islam Almaarif 01 Singosari, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan program Sekolah Adiwiyata melalui pembelajaran berbasis praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan, tetapi juga diperkenalkan pada proses sederhana pemanfaatan bahan alami untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.

Tim pengabdian terdiri atas Muh. Agus Ferdian, S.TP., M.Si., Alvin Candra Wijaya, S.Kom., M.Kom., dan Dra. Nunuk Hariyani, M.Si., dari Institut Pertanian Malang, serta Husniyatur Rizqiyah D., S.Kep., M.Kep., dari Politeknik Negeri Madura.

Baca Juga:  Gempa NTT Tewaskan 103 Orang, Pemerintah Siapkan Sekolah hingga Hunian Sementara

Dalam kegiatan tersebut, guru dan siswa diperkenalkan pada prinsip dasar pembuatan sabun cair, fungsi masing-masing bahan, tahapan proses produksi, hingga aspek keamanan dan pemanfaatan bahan aktif Aloe vera. Pendekatan praktik dipilih agar peserta dapat memahami proses secara langsung sekaligus memiliki pengalaman dalam menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah.

Pemanfaatan Aloe vera menjadi salah satu aspek yang diperkenalkan dalam pelatihan. Tanaman yang relatif mudah ditemukan dan dibudidayakan tersebut tidak hanya memiliki nilai sebagai tanaman penghijauan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bahan aktif dalam produk yang memiliki manfaat bagi pengguna.

Kegiatan ini sekaligus menghubungkan aspek kebersihan, kesehatan, keterampilan, dan kepedulian lingkungan dalam satu kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, konsep Adiwiyata tidak berhenti pada kegiatan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi dapat dikembangkan menjadi budaya pembelajaran yang mendorong siswa mengenal pemanfaatan sumber daya secara bijak.

Baca Juga:  Warga RW 04 Merjosari Belajar Olah Ubi Jalar Ungu Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kepala SMP Islam Almaarif 01 Singosari, Evi Mauludiyah, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan berbasis praktik memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka dapat belajar sekaligus melihat secara langsung bagaimana suatu bahan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Bagi tim pengabdian, keterlibatan siswa dan guru menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. Guru diharapkan dapat mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam kegiatan pembelajaran maupun program lingkungan sekolah, sementara siswa dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.

Selain aspek lingkungan, kegiatan tersebut juga memperkenalkan perspektif kewirausahaan sederhana kepada peserta. Produk yang dihasilkan dari kegiatan edukasi dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan bahan lokal dan inovasi sederhana berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dilakukan dengan memperhatikan kualitas, keamanan, kemasan, dan kebutuhan pasar.

Rektor Institut Pertanian Malang, Dr. Ir. Siti Farida, M.P., turut mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi dan pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.

Baca Juga:  Siapa Saja yang Berhak Mendapat Bansos Beras 30 Kilogram?

Kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut didanai melalui Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Malang Tahun 2026 Nomor 10/D.01.04/LPPM/IPM/IV/2026.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap penguatan Sekolah Adiwiyata di SMP Islam Almaarif 01 Singosari dapat terus berkembang melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan keterampilan praktis dan membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program inovatif lainnya, sehingga sekolah menjadi ruang pembelajaran yang mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan memanfaatkan potensi di sekitarnya secara berkelanjutan.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *