Indonesiaku.co – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kunjungannya, Gibran melihat sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan dan mengunjungi posko pengungsian di Desa Waso.
Gibran hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat. Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan pascabencana terus berjalan.
Di hadapan warga, Gibran menekankan pentingnya pendataan rumah yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan rumah yang perlu diperbaiki dan bentuk penanganan yang diperlukan.
“Jangan lupa didata ya, nanti rumahnya kami perbaiki,” ujar Gibran saat berdialog dengan masyarakat.
Rumah menjadi salah satu sektor yang mengalami dampak langsung dari gempa. Sebagian masyarakat kehilangan tempat tinggal atau harus meninggalkan rumah karena kondisi bangunan yang tidak lagi aman untuk ditempati.
Dalam situasi seperti itu, pendataan memiliki peran penting. Pemerintah perlu mengetahui lokasi rumah, tingkat kerusakan, serta kondisi warga yang tinggal di dalamnya. Dengan data yang akurat, program bantuan dan perbaikan dapat diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain persoalan rumah, dampak gempa juga dirasakan pada kondisi ekonomi masyarakat. Aktivitas usaha dan pekerjaan warga dapat terganggu akibat kerusakan bangunan maupun infrastruktur. Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat kesulitan memenuhi kewajiban finansial, termasuk pembayaran kredit usaha.
Persoalan tersebut disampaikan kepada Gibran dalam dialog bersama Nining Astriani, seorang guru sekaligus penyintas gempa. Menanggapi kondisi tersebut, Gibran menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan masa tenggang atau grace period agar masyarakat tidak langsung terbebani pembayaran kredit dalam situasi bencana.
“Nanti akan ada grace period, nanti akan diberikan keleluasaan biar tidak terbebani di masa bencana,” kata Gibran.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memulihkan kondisi ekonomi terlebih dahulu. Dengan adanya kelonggaran, warga dapat memprioritaskan kebutuhan dasar dan pemulihan kehidupan keluarga setelah terdampak bencana.
Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat rangkaian guncangan gempa di NTT. Berdasarkan data per Kamis, 20 Agustus, secara keseluruhan bencana tersebut telah menyebabkan 78 orang meninggal dunia dan 953 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, jumlah masyarakat yang mengungsi mencapai 95.871 orang. Besarnya jumlah pengungsi menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan bantuan darurat, tetapi juga strategi pemulihan jangka menengah dan panjang.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran tidak hanya berada di Manggarai Timur. Ia juga meninjau posko pengungsian di Kecamatan Reog, Kabupaten Manggarai. Selain itu, Wapres melihat kondisi puskesmas setempat yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Peninjauan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting karena puskesmas memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama ketika kebutuhan kesehatan meningkat selama masa tanggap darurat.
Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam proses pemulihan. Perbaikan rumah warga, penanganan pengungsi, pemulihan fasilitas umum, hingga dukungan terhadap perekonomian masyarakat perlu dilakukan secara bertahap.
Kunjungan Wapres menjadi salah satu bentuk pemantauan langsung pemerintah terhadap kondisi masyarakat di wilayah terdampak. Melalui pendataan yang akurat dan kebijakan yang tepat, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan saat masa darurat, tetapi juga memperoleh dukungan untuk bangkit setelah bencana.***