Indonesiaku.co – Suasana mencekam menyelimuti perairan utara Kabupaten Sumenep ketika KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar dalam pelayaran dari Surabaya menuju Makassar.
Kobaran api yang melahap hampir seluruh badan kapal memaksa ratusan penumpang berjuang menyelamatkan diri sembari menunggu bantuan datang.
Informasi awal mengenai insiden tersebut diterima Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB dari petugas siaga Syahbandar Tanjung Perak. Selang satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran mengonfirmasi bahwa kapal mengalami kebakaran dengan jumlah orang di atas kapal diperkirakan mencapai sekitar 250 orang.
Menurut laporan yang diterima perusahaan dari nakhoda sebelum komunikasi terputus, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat kapal berada di perairan utara Madura.
Koordinasi yang dilakukan tim SAR bersama kapal Meratus Project 3 menunjukkan posisi kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi. Ketika ditemukan, kondisi kapal dilaporkan hampir seluruhnya terbakar.
Para penumpang yang masih berada di atas kapal bertahan di anjungan dan haluan sambil berharap pertolongan segera tiba. Situasi semakin menegangkan karena api terus membesar dan mengancam keselamatan seluruh orang yang berada di kapal.
Meratus Project 3 sebenarnya menjadi salah satu kapal pertama yang mencapai lokasi. Namun kapal tersebut tidak dapat merapat karena KMP Mutiara Sentosa 2 membawa muatan yang mudah terbakar sehingga berisiko memperbesar bahaya apabila dilakukan pendekatan langsung.
Evakuasi kemudian dialihkan kepada TB Hasnur 26 yang dinilai lebih memungkinkan melakukan penyelamatan terhadap para korban. Tidak lama kemudian kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu proses penyelamatan.
Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang memutuskan melompat ke laut untuk menghindari kobaran api. Mereka kemudian berhasil dievakuasi oleh TB Hasnur 26 bersama kapal British Mentor yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.
Operasi penyelamatan berlangsung secara cepat dengan melibatkan berbagai kapal niaga. Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 111 orang yang terdiri dari 109 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.
TB Hasnur 26 berhasil membawa 66 orang, terdiri atas 65 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. Meratus Project 3 mengevakuasi 14 orang, sementara Transco Arafura menyelamatkan 17 penumpang.
Dua kapal lainnya, yakni Prakarsa Mas dan SC Aila XVII, masing-masing turut menyelamatkan tujuh penumpang sehingga jumlah korban yang berhasil dievakuasi terus bertambah.
Hingga pukul 15.15 WIB, Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit PH menyatakan sebanyak 218 penumpang telah berhasil diselamatkan. Sementara itu, empat orang dinyatakan meninggal dunia berdasarkan pendataan sementara.
Basarnas juga mengerahkan KN SAR 249 Permadi dari Surabaya menuju lokasi untuk memperkuat operasi penyelamatan. Pos SAR Sumenep menambahkan satu unit Rigid Inflatable Boat guna mempercepat proses pencarian.
Operasi pencarian masih terus berlangsung hingga seluruh penumpang berhasil dipastikan keberadaannya. Tim SAR bersama berbagai unsur terkait tetap melakukan pendataan secara menyeluruh agar jumlah korban maupun penumpang yang berhasil dievakuasi dapat dipastikan secara akurat.***