Damkar Kerahkan Sembilan Personel dan Kapal Satria Biro 07 untuk Padamkan Gudang Terbakar di Pulau Panggang

Indonesiaku.co – Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sembilan personel dan satu unit kapal pemadam Satria Biro 07 untuk menangani kebakaran gudang peralatan pembuatan kapal fiber di Jalan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Sabtu (17/10/2026) malam.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 22.41 WIB. Pengerahan dilakukan setelah seorang warga melaporkan adanya api yang membesar dari gudang tersebut.

Sebelum petugas tiba, warga yang sedang melintas melihat kebakaran dan segera mencari bantuan. Pada pukul 22.30 WIB, warga mendatangi pos pemadam kebakaran Pulau Karya untuk menyampaikan laporan mengenai kejadian itu.

Baca Juga:  Pekanbaru Lindungi Peserta Didik dari Kabut Asap, Pembelajaran Dialihkan ke Daring

Setelah menerima laporan, petugas bergerak menuju lokasi. Penanganan dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak terus meluas. Dalam proses tersebut, petugas berhasil melokalisasi api sebelum melanjutkan tahap pendinginan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 23.41 WIB. Waktu penanganan sekitar satu jam dihitung sejak pemadaman dimulai pada pukul 22.41 WIB hingga api dinyatakan padam.

Berdasarkan keterangan Gatot, luas area yang terbakar mencapai 27 meter persegi. Gudang peralatan pembuatan kapal fiber tersebut diketahui merupakan milik seorang warga bernama Ali Sadikin.

Kebakaran itu menimbulkan taksiran kerugian sebesar Rp200 juta. Meski berdampak pada kerusakan material, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Gatot menyebut korsleting listrik sebagai dugaan penyebab kebakaran. Informasi tersebut disampaikan sebagai dugaan dan belum disertai rincian hasil pemeriksaan teknis lebih lanjut dalam keterangan yang tersedia.

Baca Juga:  Identitas Jenazah yang Ditemukan di Pulau Enggano Terungkap Lewat Pencocokan DNA Surakman

Peristiwa ini menjadi pengingat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran, terutama di bangunan yang digunakan untuk menyimpan peralatan. Pemeriksaan instalasi listrik dan pengawasan terhadap sumber api merupakan langkah yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.

Gatot mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kabel listrik di rumah maupun bangunan lainnya. Instalasi yang rusak atau tidak aman sebaiknya segera ditangani oleh tenaga yang kompeten untuk mencegah gangguan listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Ia juga meminta masyarakat tidak membakar sampah atau barang lainnya tanpa pengawasan. Selain itu, penyediaan alat pemadam api ringan atau APAR di setiap bangunan dianjurkan sebagai langkah antisipasi apabila muncul api.

Kesiapan peralatan dan respons cepat menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan darurat. Dalam kejadian ini, laporan warga memungkinkan petugas segera bergerak dan memulai pemadaman pada malam hari.

Baca Juga:  Bara Api Diduga Terbawa Angin dari Jedong hingga Membakar TPA Supit Urang

Kebakaran di Pulau Panggang berhasil ditangani tanpa korban jiwa. Namun, kerugian yang ditaksir mencapai Rp200 juta menunjukkan bahwa kebakaran tetap dapat menimbulkan dampak ekonomi yang besar. Karena itu, pencegahan melalui pemeriksaan instalasi listrik dan kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu terus diperhatikan masyarakat.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *