Angin Kencang Perparah Kebakaran Gunung Soputan, Luas Area Terbakar Capai 300 Hektare

Indonesiaku.co – Upaya pemadaman kebakaran hutan lindung Gunung Soputan masih terus dilakukan oleh tim gabungan setelah luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan terbesar dalam proses penanganan bencana tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara, Julex Wanga, menjelaskan bahwa angin kencang menjadi penyebab utama cepatnya penyebaran api.

Tiupan angin membuat bara api dengan mudah berpindah ke vegetasi lain sehingga memunculkan titik kebakaran baru meskipun sebagian area sebelumnya telah berhasil dipadamkan.

Selain itu, medan pegunungan yang terjal menyebabkan akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal di seluruh area secara bersamaan.

Baca Juga:  Panglima Kogabwilhan III Tegaskan Keamanan Papua Jadi Kunci Percepatan Pembangunan

Menurut Julex, hingga malam hari masih ditemukan sekitar empat hingga lima titik api aktif yang tersebar di kawasan hutan lindung.

Personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, dan masyarakat terus bekerja keras memadamkan api.

Mereka bahkan harus melanjutkan operasi hingga larut malam demi memperlambat penyebaran kobaran yang terus meluas.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Minggu pagi sekitar pukul 09.45 WITA. Tak lama setelah menerima informasi, tim penanganan langsung menuju lokasi dan memulai proses pemadaman.

Pada hari kedua, luas area yang terbakar diperkirakan berkisar antara 50 hingga 100 hektare. Namun perkembangan kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan signifikan hingga mencapai sekitar 300 hektare.

Baca Juga:  Penyidikan Karhutla Masih Berjalan, Polri Kumpulkan Bukti untuk Menentukan Pihak yang Bertanggung Jawab

Kawasan Gunung Soputan memiliki nilai ekologis yang tinggi sebagai bagian dari kawasan hutan lindung di Sulawesi Utara.

Karena itu, upaya pengendalian kebakaran menjadi prioritas untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih besar.

BPBD terus melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal selama proses pemadaman berlangsung.

Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang berpotensi kembali membesar akibat kondisi angin yang belum stabil.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *