Indonesiaku.co – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keberhasilan program nasional tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat sebagai bentuk pengawasan bersama.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memberikan arahan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti adanya indikasi penyimpangan yang berpotensi menghambat tujuan utama Program MBG, yakni menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia secara merata dan berkualitas.
Presiden meminta seluruh kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, camat hingga kepala desa untuk rutin melakukan pengecekan terhadap dapur-dapur penyedia makanan bergizi. Pengawasan dinilai menjadi langkah penting agar proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain pemerintah daerah, Prabowo juga menginstruksikan jajaran TNI dan Polri untuk ikut mengawal pelaksanaan program. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta Badan Gizi Nasional akan memperkuat sistem pengawasan sehingga potensi penyimpangan dapat ditekan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran atau dugaan penyalahgunaan dalam pelaksanaan Program MBG, laporan dapat langsung disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional maupun kepada dirinya sendiri. Presiden bahkan menyebut masyarakat kini semakin mudah menyampaikan laporan melalui berbagai platform digital dan media sosial.
Menurut Prabowo, perkembangan teknologi telah membuat masyarakat memiliki peran yang jauh lebih besar dalam mengawasi kebijakan pemerintah. Dengan adanya telepon pintar dan akses internet yang luas, berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.
Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa pengawasan harus dilakukan dengan tujuan memperbaiki program, bukan dimanfaatkan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi. Ia menekankan agar tidak ada pihak yang menggunakan kewenangan pengawasan untuk meminta imbalan maupun melakukan tindakan yang justru merugikan pelaksanaan program.
Dalam arahannya, Prabowo juga memberikan perhatian terhadap kualitas makanan yang diterima oleh para penerima manfaat. Ia meminta agar seluruh penyedia makanan tetap mematuhi standar porsi yang telah ditentukan pemerintah.
Menurut Presiden, kualitas makanan tidak boleh dikurangi demi mengejar keuntungan. Ia mencontohkan pembagian lauk ayam yang harus tetap sesuai standar sehingga kandungan protein yang diterima anak-anak tetap mencukupi kebutuhan gizi harian mereka.
Selain lauk ayam, Presiden juga menyoroti penyajian telur dalam menu MBG. Ia menyarankan agar telur lebih banyak disajikan dalam bentuk telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar maupun telur orak-arik. Menurutnya, bentuk penyajian tersebut lebih mudah menjaga ukuran porsi sehingga kandungan gizinya tetap sesuai standar.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin, pemerintah berharap anak-anak memperoleh asupan nutrisi yang cukup selama masa pertumbuhan.
Prabowo menjelaskan bahwa kebutuhan gizi yang terpenuhi sejak usia dini akan mendukung perkembangan otak, tulang, otot, serta kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan mampu bersaing di masa depan.
Ia juga menilai bahwa investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan pembangunan kualitas manusianya. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga agar setiap anggaran yang dialokasikan untuk Program MBG benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Berdasarkan data pemerintah hingga pertengahan tahun 2026, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat atau sekitar 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta orang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program terus mengalami perluasan di berbagai wilayah Indonesia.
Ke depan, pemerintah menargetkan seluruh sasaran penerima manfaat dapat segera terlayani seiring bertambahnya jumlah dapur MBG dan meningkatnya kapasitas distribusi makanan bergizi.
Presiden berharap seluruh elemen bangsa dapat bersama-sama menjaga keberhasilan program ini. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara terbuka, transparan, dan melibatkan masyarakat akan menjadi kunci agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan, bebas dari penyimpangan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi jutaan anak Indonesia yang menjadi generasi penerus bangsa.***