Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Dibubarkan Usai Dugaan Teror Bom

Indonesiaku.co – Dugaan ancaman bom yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyebabkan seluruh siswa dan guru harus dievakuasi dari lingkungan sekolah pada Senin. Peristiwa tersebut terjadi saat sekolah sedang melaksanakan kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Ancaman diketahui berasal dari pesan pribadi yang dikirim kepada salah seorang guru. Setelah informasi tersebut diterima, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama kepolisian untuk menentukan prosedur penanganan yang tepat.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyampaikan bahwa kegiatan MPLS langsung dihentikan. Seluruh siswa diminta meninggalkan sekolah sebagai langkah pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan aparat keamanan.

Baca Juga:  Kesigapan Guru dan Polisi Cegah Kepanikan Usai Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15

Menurut Nurma, keputusan memulangkan siswa juga mempertimbangkan kondisi psikologis para orang tua yang mulai merasa cemas setelah mengetahui adanya dugaan ancaman bom di lingkungan sekolah.

Setelah area sekolah dikosongkan, polisi mulai melakukan pengamanan di lokasi. Aparat memastikan tidak ada lagi warga sekolah yang berada di dalam gedung sehingga proses penyisiran dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Laporan mengenai dugaan ancaman diterima kepolisian sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu siswa dan guru masih mengikuti upacara pembukaan MPLS yang menjadi agenda awal tahun ajaran baru.

Informasi ancaman kemudian menyebar di kalangan guru sebelum akhirnya diputuskan untuk melapor kepada kepolisian. Langkah tersebut mempercepat respons aparat dalam mengamankan situasi.

Baca Juga:  Pembangunan Belum 100 Persen, SRT Wajo Masih Gelar Pembelajaran Daring

Penyisiran berlangsung selama lebih dari dua jam. Tim Gegana melakukan pemeriksaan terhadap seluruh bagian sekolah untuk memastikan tidak ada benda yang membahayakan keselamatan warga sekolah.

Pantauan di lokasi menunjukkan kehadiran personel Brimob yang berjaga di dalam area sekolah. Mereka membawa perlengkapan pengamanan sebagai bagian dari standar operasional penanganan ancaman bom.

Dua kendaraan operasional Tim Gegana juga terlihat berada di lingkungan sekolah. Kehadiran tim tersebut bertujuan mendukung proses identifikasi apabila ditemukan benda yang mencurigakan selama penyisiran berlangsung.

Selain aparat kepolisian, petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta turut disiagakan di sekitar lokasi. Kehadiran berbagai instansi tersebut menunjukkan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga:  Penumpang Pesawat Domestik Turun 12,39 Persen, BPS Catat 4,22 Juta Keberangkatan

Meski aktivitas MPLS terpaksa dihentikan, proses evakuasi berlangsung tertib. Para siswa dipulangkan ke rumah masing-masing dengan pengawasan pihak sekolah dan kepolisian sehingga situasi tetap terkendali.

Hingga penyisiran selesai, aparat masih melakukan pendalaman terhadap dugaan ancaman tersebut. Kepolisian akan memastikan seluruh area sekolah aman sebelum kegiatan pendidikan kembali dilaksanakan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *