Indonesiaku.co – Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa dampaknya tidak hanya terbatas pada saluran pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit serta memperburuk penyakit kronis.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyampaikan peringatan tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu. Ia menjelaskan bahwa paparan asap karhutla memiliki dampak yang luas sehingga masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan.
Asap yang menyelimuti kawasan terdampak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, warga diimbau tidak menganggap paparan asap sebagai masalah ringan, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan.
Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan Kemenkes adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat terutama diminta membatasi kegiatan ketika indikator kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat. Langkah ini bertujuan mengurangi kemungkinan terpapar asap selama beraktivitas.
Jika harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya. Selain itu, masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dan memperhatikan kondisi kesehatannya selama berada di wilayah yang terdampak kebakaran.
Kemenkes juga mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap paparan asap. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan menjadi kelompok yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Perhatian terhadap kelompok tersebut perlu ditingkatkan selama kualitas udara memburuk. Keluarga dan lingkungan sekitar dapat membantu dengan memperhatikan kondisi kesehatan mereka serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika situasi tidak memungkinkan.
Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan atau keluhan kesehatan. Langkah ini penting agar kondisi yang dialami dapat diperiksa dan ditangani sesuai kebutuhan. Warga sebaiknya tidak mengabaikan keluhan yang muncul selama berada di kawasan terdampak asap.
Widyawati menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat merupakan prioritas pemerintah. Kemenkes bersama pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan agar dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla dapat diminimalkan.
Peringatan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan selama kebakaran hutan dan lahan terjadi. Selain upaya penanganan kebakaran, risiko terhadap masyarakat juga perlu menjadi perhatian.
Masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan dengan membatasi kegiatan luar ruangan, menggunakan masker saat harus keluar rumah, menjaga kesehatan, dan mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan. Kewaspadaan tersebut diperlukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.***