Penumpang Pesawat Domestik Turun 12,39 Persen, BPS Catat 4,22 Juta Keberangkatan

Indonesiaku.co – Jumlah penumpang angkutan udara domestik di Indonesia mengalami penurunan secara tahunan pada September 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang yang berangkat menggunakan penerbangan domestik mencapai 4,22 juta orang, turun 12,39 persen dibandingkan September 2025.

Penurunan juga terjadi pada angkutan udara internasional.

Jumlah penumpang penerbangan internasional tercatat sebanyak 1,74 juta orang, atau berkurang 2,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa angkutan udara menjadi salah satu pengecualian di tengah peningkatan jumlah penumpang pada mayoritas moda transportasi.

Pada periode yang sama, kereta api, angkutan penyeberangan, dan angkutan laut domestik justru mengalami pertumbuhan secara tahunan.

Baca Juga:  DPR RI Soroti Usulan Nama Tatar Sunda untuk Jawa Barat, Kajian Menyeluruh Akan Dilakukan

Jumlah penumpang kereta api mencapai 48,55 juta orang, meningkat 7,83 persen dibandingkan September 2025.

Angkutan penyeberangan mencatat 4,23 juta penumpang, atau naik 7,54 persen.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut domestik mencapai 2,45 juta orang dengan pertumbuhan 2,61 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan jumlah penumpang tidak seragam pada setiap moda transportasi.

Meski demikian, penurunan jumlah penumpang pesawat tidak serta-merta menunjukkan bahwa masyarakat secara keseluruhan berhenti bepergian.

Data tersebut hanya menggambarkan perubahan jumlah keberangkatan penumpang pada moda udara dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk memahami penyebabnya, diperlukan informasi tambahan mengenai pola perjalanan masyarakat, jadwal penerbangan, ketersediaan kursi, tarif, serta perkembangan rute penerbangan.

Baca Juga:  Hadapi Kekeringan September, BPBD Banyumas Ajak Warga Cegah Karhutla Sejak Dini

Faktor-faktor tersebut perlu ditelaah lebih lanjut sebelum menyimpulkan penyebab utama perubahan jumlah penumpang.

Selain mengangkut penumpang, transportasi udara juga memiliki peran dalam mendukung distribusi barang.

Namun, BPS mencatat bahwa angkutan barang udara domestik turut mengalami penurunan pada September 2026.

Volume barang yang diangkut melalui moda tersebut mencapai sekitar 47 ribu ton, turun 7,78 persen dibandingkan September tahun sebelumnya.

Penurunan volume angkutan barang menunjukkan bahwa perkembangan sektor udara tidak hanya mengalami perubahan pada sisi penumpang.

Meski demikian, angka penumpang dan barang memiliki karakteristik berbeda sehingga perlu dianalisis secara terpisah.

Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaku industri penerbangan dan pemerintah dalam memantau perkembangan kebutuhan transportasi udara.

Baca Juga:  Titik Panas Riau Capai 235, Indragiri Hilir Catat Jumlah Tertinggi

Pemantauan berkala dibutuhkan untuk melihat apakah perubahan ini bersifat sementara atau berlanjut pada periode berikutnya.

Perbandingan dengan data bulanan dan perkembangan kumulatif sepanjang tahun juga dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi industri penerbangan.

Dengan melihat data dari beberapa periode, perubahan jumlah penumpang dapat dianalisis secara lebih cermat tanpa langsung mengaitkannya dengan satu penyebab tertentu.

Laporan BPS pada September 2026 memperlihatkan bahwa angkutan udara mengalami penurunan tahunan ketika sejumlah moda transportasi lain justru mencatat peningkatan jumlah penumpang.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *