Indonesiaku.co – Masyarakat di sekitar Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan abu vulkanik. Imbauan ini disampaikan setelah Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu mencatat 103 kali erupsi pada Rabu (14/10/2026), dengan tinggi kolom abu berkisar 200 hingga 600 meter di atas puncak gunung.
Petugas PGA Ibu Muhammad Hafizh Naufal As-shiddiq menjelaskan bahwa erupsi yang teramati selama periode pukul 00.00 hingga 24.00 WIT menyemburkan abu vulkanik berwarna kelabu. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung.
Abu vulkanik dapat menjadi gangguan bagi masyarakat, khususnya ketika terbawa angin dan mencapai wilayah tempat warga beraktivitas. Karena itu, PGA Ibu mengingatkan masyarakat agar mengambil langkah perlindungan apabila terjadi hujan abu. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan memakai masker untuk melindungi hidung dan mulut serta kacamata untuk melindungi mata.
Imbauan tersebut disampaikan bersamaan dengan rekomendasi agar masyarakat menjauhi kawasan berbahaya di sekitar gunung. Petugas PGA Ibu Darsono Haji Muhammad Nur menyatakan bahwa status Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Gunung dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut itu masih terus dipantau.
Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari Gunung Ibu. Selain itu, pembatasan berlaku pada perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah utara, menuju bukaan kawah aktif. Kawasan tersebut harus dihindari untuk mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik.
Selama periode pengamatan, petugas tidak hanya mencatat erupsi, tetapi juga beberapa kejadian kegempaan. Terdapat 11 kali gempa tremor dengan amplitudo 3–28 milimeter dan durasi 46–107 detik. Selain itu, tercatat tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 4–20 milimeter dan durasi 36–50 detik.
PGA Ibu juga merekam tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 4–8 milimeter dan durasi 37–41 detik. Seluruh catatan tersebut menjadi bahan pemantauan aktivitas gunung dan dasar penyampaian informasi kepada masyarakat.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, barat daya, dan barat. Suhu udara berada pada kisaran 23,2–30,5 derajat Celsius, sementara kelembapan udara tercatat 75,1–100 persen.
Selain perlindungan fisik, masyarakat juga diimbau menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Warga perlu mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas agar tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang keliru.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diharapkan terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici. Perkembangan aktivitas gunung dapat dipantau melalui aplikasi Magma Indonesia, situs magma.esdm.go.id, dan kanal media sosial PVMBG.
Dengan menggunakan perlindungan yang sesuai ketika terjadi hujan abu, menjauhi zona berbahaya, dan mengikuti informasi resmi, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko selama aktivitas Gunung Ibu berlangsung.***