Indonesiaku.co – Pemerintah Iran menyoroti pentingnya kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menghadapi tekanan dari Amerika Serikat. Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa posisi geografis Iran yang berbatasan dengan 15 negara memberikan peluang untuk mempertahankan hubungan ekonomi dan perdagangan meskipun menghadapi pembatasan internasional.
Pezeshkian menyampaikan pandangan tersebut pada Kamis (8/10), sebelum bertolak ke Turkmenistan pada Jumat. Kunjungan itu dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) serta KTT Lingkungan Hidup Kaspia.
Dalam pernyataannya kepada stasiun televisi Iran, Pezeshkian menegaskan bahwa banyaknya negara tetangga membuat upaya memblokade Iran tidak dapat dilakukan dengan mudah.
“Kami berbagi perbatasan dengan 15 negara, jadi mereka [Amerika Serikat] tidak bisa dengan mudahnya memblokade kami,” ujarnya.
Menurut Pezeshkian, kedekatan geografis dengan berbagai negara dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan jalur kerja sama alternatif. Hubungan tersebut berpotensi mendukung aktivitas perdagangan, memperluas hubungan ekonomi, serta membuka ruang koordinasi dalam bidang politik dan keamanan.
Strategi mempererat hubungan regional menjadi perhatian Iran di tengah berbagai pembatasan yang dihadapinya. Saat ini, Amerika Serikat disebut sedang melakukan blokade maritim terhadap Iran dan menerapkan sanksi yang bertujuan membatasi kemampuan maskapai penerbangan Iran melayani rute internasional.
Pemerintah Iran menyebut pembatasan terbaru terhadap sektor penerbangan itu sebagai “blokade udara”. Kebijakan tersebut menambah persoalan akses internasional yang menjadi perhatian Teheran.
Dalam menghadapi situasi tersebut, hubungan dengan negara-negara tetangga dinilai memiliki arti penting bagi Iran. Kerja sama regional dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga hubungan antarpemerintah dan memperluas peluang ekonomi. Meski demikian, keberadaan negara tetangga tidak secara otomatis menghilangkan seluruh dampak sanksi maupun pembatasan transportasi.
Pezeshkian juga menyampaikan bahwa pemerintah Iran akan membahas strategi menghadapi pendekatan sepihak dalam hubungan internasional dan bilateral. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya Iran memperkuat posisi diplomatiknya melalui hubungan dengan negara lain.
Kunjungan ke Turkmenistan dipandang oleh Pezeshkian sebagai kesempatan untuk semakin mempererat hubungan dengan negara-negara tetangga. Melalui pertemuan tersebut, Iran berpeluang membicarakan kepentingan bersama dan mendorong komunikasi regional.
Agenda kunjungan ini berlangsung bersamaan dengan partisipasi Iran dalam forum yang membahas hubungan antarnegara dan persoalan lingkungan di kawasan Kaspia. Kedua agenda tersebut menjadi kesempatan bagi Teheran untuk menjalin komunikasi dengan negara-negara peserta.
Pernyataan Pezeshkian memperlihatkan bahwa diplomasi regional menjadi salah satu pendekatan yang ingin dimanfaatkan Iran dalam menghadapi tekanan eksternal. Pemerintah Iran berupaya menjaga jalur komunikasi dan kerja sama dengan negara-negara di sekitarnya, terutama ketika akses terhadap sejumlah hubungan internasional menghadapi pembatasan.
Ke depan, efektivitas pendekatan tersebut akan bergantung pada bentuk kerja sama yang dapat diwujudkan serta kondisi hubungan internasional yang berkembang. Bagi Iran, penguatan hubungan dengan negara tetangga tetap menjadi salah satu pilihan untuk memperluas ruang diplomasi dan kegiatan ekonomi di tengah tekanan Amerika Serikat.***