Enam Warga Sipil Tewas dan 17 Terluka di Taiz, Konflik Yaman Makin Mengkhawatirkan

Indonesiaku.co – Situasi keamanan di Provinsi Taiz, Yaman, semakin mengkhawatirkan setelah sejumlah laporan menyebutkan jatuhnya korban sipil akibat penembakan artileri.

Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman di Taiz melaporkan enam warga sipil, termasuk seorang gadis, tewas dalam serangan yang dituduhkan kepada kelompok Houthi pada Minggu (11/10).

Penembakan tersebut dilaporkan menghantam desa-desa padat penduduk di wilayah pedesaan Taiz. Selain korban meninggal dunia, laporan lain menyebutkan 17 warga sipil mengalami luka-luka dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Dari jumlah tersebut, lima orang merupakan perempuan dan enam lainnya anak-anak.

Serangan artileri itu juga dilaporkan menyebabkan tujuh rumah mengalami kerusakan. Namun, kantor tersebut tidak merinci tingkat kerusakan bangunan maupun tingkat keparahan luka yang dialami para korban.

Baca Juga:  Gelombang Panas Kelima Terjang Italia, Suhu Malam di Selatan Tetap di Atas 25°C

Laporan mengenai korban sipil muncul ketika konflik antara pasukan Pemerintah Yaman dan kelompok Houthi kembali meningkat. Pada Selasa, angkatan bersenjata pemerintah melancarkan sembilan serangan udara terhadap personel dan peralatan militer Houthi di Provinsi Taiz.

Pusat Media Poros Militer Taiz menyebutkan lima serangan dilakukan di wilayah Al-Dhabab, sedangkan empat lainnya menyasar Distrik Al-Misrakh. Pihak militer belum menyampaikan jumlah korban jiwa ataupun kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan udara tersebut.

Bentrokan juga dilaporkan masih berlangsung di garis depan Al-Shaqab, di sebelah selatan Taiz. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat masih berada di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.

Kekhawatiran turut meningkat setelah Taiz Human Rights Center menuding kelompok Houthi melakukan penembakan artileri di sekitar Rumah Sakit Al-Safwa, fasilitas kesehatan swasta yang berada di pusat Kota Taiz. Menurut laporan lembaga tersebut, sebuah peluru artileri jatuh di dekat rumah sakit dan menyebabkan kerusakan fisik pada kamar-kamar pasien.

Baca Juga:  Gencatan Senjata Tak Hentikan Korban, 1.415 Warga Palestina Tewas di Gaza

Insiden itu dilaporkan membuat pasien dan tenaga medis ketakutan. Serangan di sekitar fasilitas kesehatan menjadi perhatian karena rumah sakit merupakan tempat masyarakat mencari pertolongan medis, termasuk ketika konflik bersenjata berlangsung.

Di tengah situasi tersebut, jumlah pengungsi di Yaman juga meningkat. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebutkan sekitar 216.000 orang telah mengungsi sejak Agustus. Lebih dari 172.000 di antaranya berasal dari Provinsi Taiz.

PBB bersama mitra kemanusiaan telah menjangkau sekitar 143.000 orang melalui bantuan darurat yang mencakup makanan, perlengkapan kebersihan, dan bantuan tunai. Bantuan tersebut dibutuhkan untuk mendukung masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat konflik.

Baca Juga:  Korban Tewas Kebakaran Pub di Bangkok Bertambah Jadi 32 Orang, Belasan Masih Kritis

Yaman telah dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah wilayah pada September 2014. Pada Maret 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Eskalasi terbaru menambah tekanan terhadap warga yang telah lama menghadapi konflik. Perlindungan penduduk sipil, keselamatan fasilitas kesehatan, dan akses bantuan kemanusiaan menjadi persoalan mendesak di tengah berlanjutnya pertempuran di Taiz.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *