Gunung Semeru Berstatus Siaga, Warga Diminta Menjauh dari Besuk Kobokan hingga 13 Kilometer

Indonesiaku.co – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak Mahameru. Di tengah aktivitas tersebut, status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.

Gunung Semeru berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Pada Minggu, aktivitas erupsi tercatat beberapa kali sejak dini hari. Berdasarkan catatan petugas, terdapat empat kali erupsi sejak pukul 00.21 WIB hingga 06.22 WIB.

Ketinggian letusan yang teramati selama rangkaian aktivitas tersebut berkisar antara 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak. Erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 1.300 meter terjadi pada pukul 05.55 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyebut kolom abu pada erupsi tersebut teramati mencapai 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Arah kolom abu teramati condong ke timur laut. Erupsi tersebut juga terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sementara sekitar 2 menit 20 detik.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Lima Rute di Bandara SIM Kembali Terdampak

Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung. Seiring dengan aktivitas tersebut, petugas mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku karena Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Salah satu rekomendasi utama adalah masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Batas tersebut perlu diperhatikan karena kawasan Besuk Kobokan menjadi salah satu jalur yang memiliki potensi bahaya. Bahkan di luar jarak 13 kilometer, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.

Petugas menjelaskan bahwa wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar. Potensi aliran tersebut dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Baca Juga:  Hari Ketujuh KM Virgo Transport 8, Sebanyak 117 Korban Ditemukan dan 126 Masih Dicari

Selain kawasan Besuk Kobokan, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Petugas juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Beberapa jalur yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Erupsi pada Minggu pagi menjadi bagian dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terus dipantau oleh petugas. Dari empat erupsi yang tercatat sejak pukul 00.21 WIB hingga 06.22 WIB, ketinggian letusan berada pada rentang 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak.

Baca Juga:  Pengemudi Mobil Meninggal Usai Tertemper KA Ijen Ekspres di Perlintasan Jember

Erupsi pada pukul 05.55 WIB menjadi salah satu aktivitas yang menghasilkan kolom abu dengan ketinggian mencapai 1.300 meter. Abu berwarna putih hingga kelabu tersebut teramati bergerak ke arah timur laut.

Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Petugas juga mengingatkan agar warga tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan.

Kewaspadaan terutama diperlukan terhadap potensi awan panas, guguran lava, lontaran batu pijar, dan aliran lahar. Jalur sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru juga perlu menjadi perhatian karena berpotensi menjadi jalur aliran material vulkanik.

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau mengikuti rekomendasi petugas dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan. Pemantauan terhadap aktivitas gunung terus dilakukan seiring dengan rangkaian erupsi yang terjadi pada Minggu pagi.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *