Indonesiaku.co – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali merilis lima identitas korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada Jumat, 25 September 2026. Kelima jenazah tersebut berhasil diidentifikasi melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem yang dilakukan oleh tim.
Pengumuman identitas lima korban tersebut disampaikan dalam konferensi pers ke-7 terkait penanganan korban KM Virgo Transport 8. Masing-masing korban berhasil dikenali melalui metode pemeriksaan yang berbeda sesuai dengan data dan kondisi jenazah yang tersedia.
Korban pertama bernama Mahmud Sahudi. Ia merupakan laki-laki berusia 43 tahun yang berasal dari Jember, Jawa Timur. Tim DVI mengidentifikasi Mahmud melalui pemeriksaan gigi, ciri medis, serta properti yang ditemukan dan dapat digunakan sebagai data pendukung identifikasi.
Korban kedua adalah Taruno Hidayat, laki-laki berusia 47 tahun asal Madiun, Jawa Timur. Identitas Taruno dipastikan berdasarkan ciri medis dan properti. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan informasi ante mortem yang tersedia.
Selanjutnya, terdapat Ibnu Darmawan, laki-laki berusia 24 tahun asal Kediri, Jawa Timur. Ibnu berhasil diidentifikasi melalui ciri medis sekunder dan properti. Metode tersebut digunakan untuk mendapatkan kecocokan antara informasi mengenai korban sebelum kejadian dengan hasil pemeriksaan jenazah.
Korban keempat adalah Purkam, laki-laki berusia 64 tahun asal Tulungagung, Jawa Timur. Identifikasi Purkam dilakukan berdasarkan ciri medis dan properti. Sementara itu, korban kelima bernama Dwi Priyambodo, laki-laki berusia 36 tahun asal Kebumen, Jawa Tengah.
Dwi Priyambodo teridentifikasi melalui pemeriksaan primer sidik jari, ciri medis, dan properti. Penggunaan sidik jari sebagai pemeriksaan primer menjadi salah satu metode penting dalam memastikan identitas seseorang ketika data pembanding tersedia.
Ketua Tim DVI, Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM., menyampaikan bahwa total 45 jenazah korban telah masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Sebelumnya, 20 jenazah sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka.
Dengan lima jenazah yang kembali teridentifikasi, sebanyak 20 jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi. Tim DVI terus melakukan pemeriksaan terhadap jenazah yang belum diketahui identitasnya.
Tim juga meminta keluarga korban yang hingga kini belum ditemukan untuk membantu dengan memberikan data ante mortem medis secara lengkap. Beberapa informasi yang dibutuhkan antara lain ciri fisik khas, seperti tahi lalat, bekas operasi, atau tato. Rekam medis gigi maupun foto yang menunjukkan gigi juga menjadi informasi yang penting bagi tim.
Data tersebut digunakan sebagai bahan pembanding dalam proses identifikasi. Semakin lengkap informasi yang diterima dari keluarga, semakin banyak data yang dapat digunakan dalam proses pencocokan dengan hasil pemeriksaan post mortem.
Polda Kalimantan Selatan dan instansi terkait tetap menyiagakan posko selama 24 jam. Posko tersebut mendukung berbagai kebutuhan penanganan, termasuk pengawalan jenazah, pendampingan trauma healing, dan pemulangan korban ke daerah asal.
Sementara itu, data Basarnas menunjukkan manifes KM Virgo Transport 8 mencatat total 243 penumpang. Hingga Jumat, tim gabungan telah mengevakuasi 161 orang. Rinciannya, 108 orang selamat dan 53 orang meninggal dunia, sedangkan 82 orang masih dalam proses pencarian.
Jasa Raharja juga menyampaikan bahwa proses pembayaran santunan bagi korban selamat maupun meninggal dunia terus berjalan. Selain itu, penyelarasan data manifes kapal dengan identitas asli korban masih dilakukan bersama perusahaan ekspedisi dan operator kapal untuk memastikan hak seluruh korban dapat disalurkan sesuai ketentuan.***