Indonesiaku.co – Aroma tidak sedap dari sekitar sebuah gardu listrik di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, menjadi petunjuk awal terungkapnya penemuan jenazah seorang pria tanpa identitas. Jenazah tersebut ditemukan di dalam Gardu PLN DT.102N di samping Stasiun LRT Pancoran, Jalan Gatot Subroto, pada Selasa (1/9) sekitar pukul 17.15 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan informasi mengenai bau tidak sedap tersebut pertama kali diketahui melalui seorang pedagang yang berada di sekitar lokasi. Informasi itu kemudian diterima petugas Dinas Perhubungan yang berada di kawasan tersebut.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan untuk mencari sumber bau. Pemeriksaan tersebut akhirnya mengarah ke bagian dalam gardu PLN. Setelah pintu gardu diperiksa, petugas menemukan seorang laki-laki dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Pancoran. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengamankan area tempat ditemukannya korban.
Penemuan itu menjadi perhatian karena korban belum diketahui identitasnya. Polisi belum menemukan kartu tanda penduduk maupun identitas lain pada tubuh korban. Proses identifikasi kemudian dilakukan dengan melibatkan Tim Inafis.
Kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi lokasi sekaligus mencari petunjuk yang dapat menjelaskan bagaimana korban bisa masuk ke dalam gardu.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan beberapa barang di sekitar jenazah. Barang tersebut berupa satu karung putih, gergaji besi, dan sebuah topi.
Keberadaan gergaji besi menjadi salah satu bagian yang diperhatikan penyidik. Berdasarkan keterangan awal Kapolsek Pancoran Kompol Suminto, korban diduga masuk ke area gardu dari bagian bawah dengan membawa kantong plastik berisi gergaji dan topi. Ia kemudian diduga naik menuju lantai dua gardu dan mengalami sengatan listrik bertegangan tinggi.
Polisi menduga korban hendak mengambil kabel di dalam gardu. Dugaan itu didasarkan pada alat yang ditemukan bersama korban. Namun, kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan belum menyatakan seluruh rangkaian tersebut sebagai kesimpulan akhir.
Kondisi gardu juga menjadi bagian dari pemeriksaan. PLN UID Jakarta Raya menemukan adanya kerusakan pada sejumlah bagian aset setelah peristiwa tersebut. Pintu Gardu Hubung yang sebelumnya dalam keadaan terkunci ditemukan rusak dan terbuka.
Selain itu, PLN menemukan beberapa kabel dan komponen di dalam gardu berada dalam kondisi tidak sebagaimana mestinya. Temuan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan kepolisian untuk membantu proses investigasi.
Gardu tersebut memiliki fungsi penting karena digunakan untuk mendukung operasional LRT. Ketika petugas melakukan evakuasi korban, aliran listrik di lokasi sempat dimatikan sementara untuk memastikan proses berjalan aman. Pemadaman tersebut dipastikan tidak mengganggu perjalanan LRT.
Sementara itu, kondisi jenazah yang telah menimbulkan aroma tidak sedap menjadi salah satu faktor yang membuat keberadaan korban diketahui setelah ditemukan oleh petugas.
Polisi kemudian membawa jenazah ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai identitas korban sekaligus membantu mengetahui penyebab kematiannya.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga terus meminta keterangan saksi serta memeriksa barang-barang yang ditemukan di lokasi untuk menyusun kronologi secara lebih lengkap.***