Sebanyak 1.144 Personel PLN Dikerahkan untuk Pulihkan Listrik Flores Pascagempa

Indonesiaku.co – PT PLN Persero berhasil menyelesaikan pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 menyebabkan gangguan pada sejumlah jaringan listrik. Sebanyak 1.144 personel dikerahkan untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara bertahap dan aman.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan tim PLN langsung melakukan asesmen setelah gempa terjadi. Pemeriksaan dilakukan di seluruh wilayah terdampak untuk mengetahui kondisi jaringan dan menentukan titik yang harus segera ditangani.

Proses pemulihan tidak dilakukan secara serentak karena kondisi jaringan di setiap lokasi berbeda. Petugas harus memastikan kondisi infrastruktur terlebih dahulu sebelum melakukan penormalan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan bagi petugas maupun masyarakat.

Seluruh pelanggan yang terdampak akhirnya kembali menikmati pasokan listrik pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 17.40 WITA. Dengan demikian, sistem kelistrikan Flores dinyatakan telah pulih sepenuhnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan keberhasilan pemulihan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk ketika menghadapi situasi bencana.

Baca Juga:  Kapal Yacht Selandia Baru Selamatkan Delapan ABK KM Teluk Bara di Laut Maluku

Sejak gempa terjadi, petugas PLN bekerja siang dan malam untuk mendatangi berbagai lokasi. Mereka melakukan pengamanan, pemeriksaan, perbaikan, hingga penormalan jaringan yang terdampak.

Tantangan terbesar dalam proses pemulihan antara lain kondisi akses menuju sejumlah wilayah. Dampak gempa menyebabkan beberapa lokasi sulit dijangkau sehingga mobilisasi personel, material, dan peralatan membutuhkan penyesuaian.

Petugas harus melakukan pemeriksaan titik demi titik. Setiap bagian jaringan yang akan dinormalkan harus dipastikan terlebih dahulu kondisinya agar tidak menimbulkan gangguan maupun risiko tambahan.

PLN kemudian memobilisasi berbagai kebutuhan ke lokasi terdampak. Personel yang diterjunkan tidak hanya bertugas melakukan perbaikan, tetapi juga memastikan keamanan jaringan sebelum listrik kembali dialirkan.

Darmawan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM yang memberikan dukungan dan koordinasi selama proses pemulihan. Pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat juga turut membantu pekerjaan petugas di lapangan.

Baca Juga:  Gempa M5,5 Guncang Laut Maluku, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Memicu Tsunami

Bentuk dukungan tersebut antara lain membuka akses menuju sejumlah lokasi, memberikan informasi mengenai kondisi wilayah, serta membantu petugas ketika melakukan pemulihan jaringan.

Kerja sama berbagai pihak dinilai penting karena penanganan bencana tidak hanya membutuhkan sumber daya teknis. Kondisi geografis dan infrastruktur di wilayah terdampak juga menjadi faktor yang harus diperhatikan.

Setelah sistem kelistrikan Flores kembali normal, PLN masih menyiagakan personel. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi jaringan dan mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan.

Pemulihan listrik juga memiliki arti penting bagi masyarakat yang sedang berusaha kembali menjalankan aktivitas setelah gempa. Pasokan listrik diperlukan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, pelayanan publik, fasilitas usaha, komunikasi, dan kegiatan ekonomi.

Labuan Bajo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki peran penting dalam sektor pariwisata. Kawasan tersebut merupakan bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan menjadi salah satu gerbang pariwisata Indonesia Timur.

Baca Juga:  BMKG Ungkap Prakiraan Cuaca Senin, Hujan Petir Berpotensi Terjadi di Medan dan Tanjung Selor

Menurut Darmawan, pemulihan kelistrikan di Labuan Bajo diharapkan dapat mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi dan pariwisata. Stabilnya pasokan listrik dibutuhkan agar kegiatan masyarakat serta berbagai usaha di sektor pariwisata dapat kembali berjalan.

Selain memulihkan sistem kelistrikan, PLN juga memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak melalui program TJSL. Penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan BPBD, pemerintah daerah, dinas sosial, dan aparat keamanan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Dengan demikian, peran PLN dalam penanganan pascabencana tidak hanya terbatas pada pemulihan jaringan listrik, tetapi juga mencakup dukungan sosial bagi masyarakat.

Pemulihan 100 persen sistem kelistrikan Flores menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemulihan pascagempa. Dengan dukungan 1.144 personel dan koordinasi berbagai pihak, PLN memastikan pasokan listrik kembali tersedia sekaligus tetap menjaga kesiapsiagaan terhadap kemungkinan gangguan lanjutan.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *