Juli Jadi Bulan Terpanas, Kebakaran Hutan Mengancam Sejumlah Wilayah Spanyol

Indonesiaku.co – Kebakaran hutan kembali menjadi ancaman serius di Spanyol setelah sejumlah wilayah dilanda titik api yang meluas. Kondisi tersebut diperburuk oleh cuaca panas berkepanjangan dan vegetasi yang sangat kering, sementara aktivitas masyarakat di luar ruangan diperkirakan meningkat menjelang fenomena gerhana matahari total.

Salah satu kebakaran besar terjadi di Provinsi Castellon. Sekitar 900 warga dari Cati dievakuasi setelah api mendekati wilayah tersebut. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan kebakaran yang terjadi di sekitar Tirig.

Hingga Senin (10/8), kebakaran di Castellon telah menghanguskan sekitar 684 hektare lahan. Api tersebut muncul setelah badai petir kering pada Jumat (7/8), yang memicu sejumlah titik kebakaran di kawasan tersebut.

Meskipun kelembapan udara pada malam hari membantu proses pemadaman, kondisi lapangan masih menjadi perhatian. Bagian utara api dilaporkan bergerak menuju Cati, wilayah yang memiliki lebih dari 60 peternakan hewan.

Baca Juga:  Peringatan Level 5 Melanda Chiba, Lebih dari 400.000 Warga Jepang Diminta Evakuasi

Ancaman kebakaran juga terjadi di Huelva, Spanyol bagian selatan. Kebakaran yang bermula di dekat Niebla pada Kamis (6/8) telah membakar sekitar 8.000 hektare lahan.

Sebanyak 467 warga harus meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko kebakaran. Sebagian besar warga yang dievakuasi berasal dari Berroccal, wilayah yang memiliki sejarah kebakaran besar.

Pada 2004, kebakaran hutan di kawasan tersebut pernah menghanguskan sekitar 34.000 hektare lahan. Pengalaman tersebut membuat perkembangan kebakaran terbaru menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Situasi semakin rumit karena Spanyol tengah menghadapi kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran. Badan cuaca nasional AEMET memperkirakan sebagian besar wilayah negara tersebut berada dalam kategori risiko kebakaran sangat tinggi atau ekstrem.

Baca Juga:  Tragedi Kebakaran Menteng Dalam, Empat Orang Meninggal dan Satu Terluka

Kondisi panas tersebut tercermin dari catatan suhu Juli 2026. Bulan tersebut menyamai rekor Juli 2022 sebagai Juli terpanas di daratan utama Spanyol sejak pencatatan nasional dimulai pada 1961.

Suhu rata-rata mencapai 25,7 derajat Celsius. Angka tersebut berada 2,6 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020. Suhu yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama menyebabkan kelembapan vegetasi menurun sehingga kawasan hutan menjadi lebih mudah terbakar.

Pemerintah juga menghadapi tantangan lain berupa meningkatnya mobilitas masyarakat untuk menyaksikan gerhana matahari total. Banyak orang diperkirakan menuju kawasan perdesaan, pegunungan, dan tempat terbuka yang dianggap cocok untuk mengamati fenomena tersebut.

Otoritas mengkhawatirkan kepadatan pengunjung dapat meningkatkan risiko kebakaran akibat aktivitas manusia. Puntung rokok, kegiatan barbeku, serta penggunaan sumber api lainnya menjadi sejumlah potensi pemicu.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Terjang Shaanxi, Puluhan Sungai Meluap dan Ratusan Ribu Warga Terdampak

Selain itu, kepadatan kendaraan dapat menghambat akses petugas menuju lokasi apabila kebakaran terjadi. Karena itu, sejumlah kegiatan pengamatan gerhana dibatalkan dan akses menuju lebih dari 100 kawasan alam ditutup.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap dapat menikmati fenomena alam secara aman tanpa meningkatkan risiko kebakaran di tengah kondisi cuaca ekstrem.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *