Van Gogh hingga Gauguin Hadir di Bunker des Lumières Jeju Lewat Pameran Media Art yang Imersif

Indonesiaku.co – Bunker des Lumières menjadi salah satu tempat wisata di Jeju yang menawarkan cara berbeda untuk menikmati seni.

Berada di kawasan Seongsan, tempat ini menghadirkan karya seniman dunia melalui pertunjukan audiovisual.

Lukisan yang biasanya dilihat dalam bentuk dua dimensi diubah menjadi gambar bergerak berukuran besar yang memenuhi ruang.

Keunikan tersebut tidak terlepas dari sejarah bangunan yang digunakan. Bunker des Lumières menempati bekas fasilitas komunikasi negara yang dibangun sekitar 1980.

Bangunan tersebut memiliki fungsi strategis dan dirancang sebagai fasilitas yang terlindungi dari lingkungan luar.

Lokasinya berada di dalam sebuah oreum atau bukit vulkanik. Pada masa lalu, bunker disamarkan menggunakan tanah dan kayu sehingga tidak mudah dikenali. Fasilitas tersebut kemudian tidak digunakan lagi dan pada 2010 telah berhenti beroperasi.

Bangunan yang sebelumnya tidak digunakan itu kemudian mendapatkan fungsi baru. Pada 2017, bunker dipilih sebagai lokasi untuk menghadirkan ruang pameran seni berbasis teknologi. Setelah melalui proses persiapan, Bunker des Lumières dibuka kepada masyarakat pada November 2018.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Pantai, Ampenan Menyimpan Jejak Sejarah Pelabuhan Tua di Lombok

Pameran pertama yang ditampilkan adalah karya Gustav Klimt. Sejak saat itu, berbagai seniman lain juga hadir melalui pameran yang berganti secara berkala. Vincent van Gogh, Monet, Renoir, Chagall, Cézanne, dan Kandinsky termasuk di antara nama seniman yang pernah ditampilkan.

Konsep yang digunakan Bunker des Lumières adalah immersive media art. Dalam konsep tersebut, karya seni ditampilkan melalui proyeksi digital dalam skala besar. Dinding, lantai, dan pilar di dalam bunker dapat menjadi permukaan tempat gambar diproyeksikan.

Pengalaman ini membuat pengunjung tidak hanya melihat karya seni dari satu sisi. Saat berada di dalam ruang pertunjukan, gambar dapat muncul di berbagai arah. Warna dan bentuk bergerak mengikuti rangkaian visual yang disusun dalam pertunjukan.

Baca Juga:  Wisata ke Shinjuku Gyoen: Dari Taman Kekaisaran hingga Ruang Hijau Favorit Tokyo

Musik juga menjadi bagian penting dari pengalaman. Suara yang mengiringi proyeksi membuat pertunjukan terasa lebih hidup. Perpaduan cahaya, gambar bergerak, dan musik memberikan suasana berbeda dibandingkan ketika seseorang mengunjungi galeri seni konvensional.

Bentuk bangunan juga memberikan karakter tersendiri. Bunker memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi dan bagian dalamnya dilengkapi sejumlah pilar. Ketika gambar diproyeksikan, pilar tersebut menjadi bagian dari tampilan sehingga visual tidak hanya berada di permukaan dinding yang datar.

Pada 2026, Bunker des Lumières menampilkan “Van Gogh, Starry Night”. Pertunjukan ini menjadi salah satu program utama yang membawa karya Vincent van Gogh ke dalam format media imersif. Ada pula “Gauguin – The Call of the Islands” sebagai pertunjukan khusus. Kedua program tersebut mulai ditampilkan pada 8 April 2026.

Baca Juga:  Air Terjun Sendang Gile Lombok, Destinasi Wisata Alam yang Menawarkan Keindahan di Kaki Gunung Rinjani

Bagi wisatawan yang memasukkan Bunker des Lumières dalam rencana perjalanan, lokasi tempat ini berada di 89-17, Seoseongil-ro 1168beon-gil, Seongsan-eup, Seogwipo-si, Jeju-do. Jam operasionalnya tercatat setiap hari pukul 10.00 hingga 18.00 dengan batas masuk pukul 17.30.

Harga tiket reguler yang tercantum di situs resminya adalah 19.000 won untuk dewasa, 14.000 won untuk remaja, dan 11.000 won untuk anak-anak. Wisatawan tetap disarankan mengecek informasi terbaru sebelum datang.

Bunker des Lumières menjadi contoh menarik dari pemanfaatan kembali bangunan lama untuk kegiatan budaya. Sejarah bunker tetap menjadi bagian dari identitas tempat tersebut, sementara teknologi memberikan kehidupan baru melalui pertunjukan seni yang dapat dinikmati wisatawan dari berbagai usia.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *