Indonesiaku.co – Shinjuku Gyoen National Garden merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menarik di tengah Tokyo.
Taman ini memiliki kombinasi pemandangan alam, arsitektur, sejarah dan kebudayaan yang membuatnya berbeda dari taman kota biasa.
Sejarah Shinjuku Gyoen dapat ditelusuri hingga 1590. Pada masa tersebut, Tokugawa Ieyasu memberikan tanah di kawasan Shinjuku kepada pengikutnya, Naito Kiyonari. Kawasan tersebut kemudian berkembang sebagai kediaman keluarga Naito dan memiliki taman yang digunakan sebagai tempat beristirahat.
Memasuki era Meiji, fungsi kawasan tersebut kembali berubah. Pada 1872, kawasan bekas kediaman keluarga Naito digunakan sebagai stasiun percobaan pertanian. Pengembangan hortikultura kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah kawasan tersebut.
Pada 1906, taman dengan desain yang menjadi dasar bentuk Shinjuku Gyoen saat ini selesai dibangun. Kawasan tersebut kemudian berfungsi sebagai taman kekaisaran. Berbagai kegiatan keluarga kekaisaran pernah diselenggarakan di tempat tersebut, termasuk kegiatan menikmati bunga sakura dan pameran bunga krisan.
Perang Dunia II membawa kerusakan besar bagi kawasan taman. Sebagian besar Shinjuku Gyoen hancur akibat serangan udara pada 1945. Setelah perang, kawasan tersebut kembali ditata dan pada 21 Mei 1949 dibuka untuk masyarakat sebagai Shinjuku Gyoen National Garden.
Kini, wisatawan dapat melihat perpaduan berbagai gaya taman yang menjadi ciri khas Shinjuku Gyoen. Ada taman formal, taman lanskap dan taman tradisional Jepang. Masing-masing memiliki karakter berbeda sehingga pengunjung dapat menemukan suasana yang beragam dalam satu kawasan.
Salah satu kawasan yang menarik adalah taman lanskap dengan halaman rumput luas. Area ini memberikan ruang bagi pengunjung untuk duduk santai dan menikmati pepohonan besar dengan latar gedung-gedung Tokyo.
Sementara itu, taman tradisional Jepang menawarkan pengalaman yang lebih tenang. Jalur taman dirancang agar pengunjung dapat menikmati pemandangan dari berbagai sudut.
Shinjuku Gyoen juga memiliki rumah kaca yang menyimpan berbagai koleksi tumbuhan. Fasilitas tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi wisatawan, tetapi juga berperan dalam penelitian dan pelestarian keanekaragaman tumbuhan.
Untuk wisatawan yang ingin memahami sejarahnya, Shinjuku Gyoen Museum dapat menjadi pilihan. Museum tersebut menyajikan informasi mengenai sejarah dan budaya taman melalui berbagai materi audio dan visual.
Dengan sejarah yang panjang dan lingkungan yang masih terjaga, Shinjuku Gyoen menjadi salah satu destinasi yang mampu memperlihatkan hubungan antara sejarah Jepang dan perkembangan Tokyo modern.***