Hiu Paus Jantan Terdampar di Pantai Pengeragoan Memiliki Panjang Delapan Meter

Indonesiaku.co – Penanganan hiu paus yang terdampar di Pantai Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan dari sejumlah instansi. Setelah dipastikan mati dan menjalani pemeriksaan, bangkai satwa laut berukuran besar itu akhirnya dikuburkan di lokasi.

Hiu paus tersebut dikuburkan menggunakan ekskavator pada Sabtu sekitar pukul 17.30 WITA. Proses penguburan baru dilakukan setelah petugas menyelesaikan pemeriksaan secara teliti dan menyeluruh.

Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw mengatakan, bangkai hiu paus langsung dikuburkan di pantai setelah seluruh pemeriksaan oleh petugas lintas instansi selesai dilakukan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas lintas instansi, hiu paus tersebut langsung dikubur di pantai,” kata Benyamin di Jembrana, Sabtu malam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hiu paus tersebut berjenis kelamin jantan. Satwa itu memiliki panjang sekitar delapan meter, lebar badan 3,5 meter, lingkar badan 4,8 meter, dan lebar mulut 2,15 meter.

Baca Juga:  Operasi Water Bombing dan Modifikasi Cuaca Jadi Andalan BNPB Tangani Kebakaran Gunung Bromo

Dengan ukuran tubuh tersebut, penanganan bangkai hiu paus tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Petugas harus memastikan proses pemeriksaan berlangsung aman dan bangkai dapat dipindahkan atau dikuburkan menggunakan peralatan yang sesuai.

Tim yang terlibat dalam penanganan terdiri atas Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol, Jaringan Satwa Indonesia Banyuwedang Buleleng, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Jembrana, serta unsur TNI dan Polri.

Jaringan Satwa Indonesia melakukan proses nekropsi terhadap bangkai hiu paus. Nekropsi dilakukan untuk memperoleh data biologis dan mengetahui kondisi serta faktor yang berkaitan dengan kematian satwa tersebut.

Pemeriksaan terhadap satwa laut seperti hiu paus dinilai penting karena hewan ini menjadi bagian dari perhatian dalam upaya konservasi. Data biologis yang diperoleh dari nekropsi dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh satwa ketika ditemukan.

Baca Juga:  Ethan Zapp dan Gunawan Jadi Harapan Indonesia di Kualifikasi ITF M15

Selain pemeriksaan oleh tim terkait, unsur kepolisian juga memastikan lokasi tetap aman. Kepala Satuan Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan, penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan hati-hati karena hiu paus merupakan hewan laut yang mendapat perhatian dalam upaya konservasi.

“Kami dari kepolisian fokus agar lokasi tetap aman, proses pemeriksaan berjalan dengan baik, dan penanganan terhadap bangkai satwa dilakukan secara tepat,” kata Suparta.

Ia menambahkan, penanganan yang tepat diperlukan agar keberadaan bangkai hiu paus tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan ketelitian.

Sebelum bangkai dikuburkan, petugas juga melakukan penjagaan agar masyarakat tidak mendekati satwa tersebut secara sembarangan. Polisi mengimbau warga yang datang untuk melihat agar tidak menaiki bangkai hiu paus ataupun mengambil sebagian tubuhnya.

Baca Juga:  Kemacetan Bali Jadi Perhatian, Trem Listrik Bandara Ngurah Rai-Canggu Disiapkan

Larangan tersebut diberikan untuk mencegah tindakan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mengganggu proses pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan oleh petugas.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, bangkai hiu paus dikuburkan di lokasi menggunakan alat berat. Penguburan dilakukan sebagai tahap akhir penanganan setelah satwa dipastikan mati dan data yang diperlukan telah diperoleh.

Peristiwa ini memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menangani satwa laut berukuran besar yang terdampar. Penanganan tidak hanya berkaitan dengan pengamanan lokasi, tetapi juga mencakup pemeriksaan biologis, perlindungan lingkungan, serta kepentingan konservasi.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *