Tiga Kali Erupsi Gunung Semeru Terjadi Berurutan, Kolom Abu Bergerak ke Sejumlah Arah

Indonesiaku.co – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat dengan terjadinya tiga kali erupsi pada Senin pagi. Tiga letusan tersebut berlangsung mulai pukul 04.20 WIB hingga 06.28 WIB dengan ketinggian kolom abu yang berbeda-beda.

Gunung Semeru yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang menjadi salah satu gunung api yang terus mendapatkan pemantauan aktivitas vulkanik. Dalam rangkaian erupsi pada Senin pagi, kolom letusan pertama teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyampaikan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 04.20 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal menuju arah barat laut.

Ketinggian kolom letusan pertama mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 mdpl. Erupsi tersebut juga terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 128 detik.

Baca Juga:  Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Dipercepat, Pembebasan Lahan Jadi Fokus Utama Pemprov DKI

Sekitar satu setengah jam kemudian, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi. Letusan kedua tercatat pada pukul 05.53 WIB. Tinggi kolom letusan kali ini mengalami peningkatan dibandingkan erupsi sebelumnya.

Kolom abu pada erupsi kedua teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 mdpl. Warna abu berubah menjadi kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran kolom abu terpantau menuju utara dan barat laut.

Berdasarkan rekaman seismograf, erupsi kedua memiliki amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi selama 133 detik.

Aktivitas vulkanik kemudian kembali terjadi pada pukul 06.28 WIB. Erupsi ketiga tercatat menjadi letusan dengan kolom abu paling tinggi dalam rangkaian tersebut.

Kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.

Baca Juga:  Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT, Pemerintah Perkuat Koordinasi Penanganan Pengungsi

Erupsi ketiga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi selama 140 detik.

Sementara itu, aktivitas Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu mematuhi batas-batas wilayah yang telah ditetapkan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan.

Masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga:  Gunung Semeru Berstatus Siaga, Warga Diminta Menjauh dari Besuk Kobokan hingga 13 Kilometer

Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru juga harus dihindari karena terdapat potensi lontaran batu pijar.

Sigit mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diperhatikan pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *