Pemantauan Gunung Kerinci Tetap Berjalan, Cuaca dan Kawah Terpantau

Indonesiaku.co –

Pemantauan Gunung Kerinci terus dilakukan oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kerinci untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api tersebut. Pada Senin, 7 September 2026, kondisi cuaca dan visual Gunung Kerinci dilaporkan terpantau relatif baik.

Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat pengamatan dilakukan selama 24 jam, mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB. Dalam periode tersebut, cuaca di sekitar Gunung Kerinci terpantau cerah.

Angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah barat laut. Sementara itu, suhu udara berada pada kisaran 15 sampai 25 derajat Celsius dengan kelembapan antara 52 hingga 79 persen.

Secara visual, tubuh Gunung Kerinci terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Petugas juga tidak mengamati adanya asap yang keluar dari kawah utama selama periode pemantauan tersebut.

Baca Juga:  Tiga Kali Erupsi dalam Sehari, Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Dipantau

Kondisi visual itu menjadi salah satu bagian dari pengamatan aktivitas Gunung Kerinci. Selain melihat perubahan pada tubuh dan kawah gunung, petugas juga terus memantau aktivitas kegempaan menggunakan peralatan seismik.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya sejumlah aktivitas gempa dalam periode 24 jam. Sebanyak 126 kali gempa hybrid atau fase banyak tercatat dengan amplitudo 0,3 hingga 5,9 milimeter dan durasi 17,79 hingga 65,2 detik.

Kemudian tercatat 28 kali gempa low frequency dengan amplitudo 0,3 hingga 0,8 milimeter. Durasi gempa jenis tersebut berada pada kisaran 12,9 hingga 29,9 detik.

Petugas juga mencatat 19 kali gempa hembusan. Gempa tersebut memiliki amplitudo 0,2 sampai 3,3 milimeter dengan durasi 30,52 hingga 52,2 detik.

Baca Juga:  Status Waspada Gunung Anak Krakatau Belum Berubah, Wisatawan Dilarang Mendekati Kawah Aktif

Selain itu, terdapat satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3,2 milimeter dan durasi 69,1 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci Irwan Safwan mengatakan aktivitas gunung saat ini masih didominasi gempa permukaan. Berdasarkan evaluasi rutin yang dilakukan setiap dua minggu, belum tercatat adanya peningkatan aktivitas gempa yang signifikan.

Gunung Kerinci hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada. Menurut Irwan, hasil evaluasi menunjukkan kondisi gunung masih aman untuk saat ini.

Selain aktivitas gempa, kemunculan asap putih dari kawasan kawah juga sempat menjadi perhatian. Namun, Irwan memastikan asap putih tersebut merupakan fenomena yang wajar dan bukan tanda terjadinya erupsi.

Menurutnya, asap putih yang muncul dipengaruhi oleh air tanah di sekitar kawah. Karena itu, keberadaan asap putih tidak secara otomatis menunjukkan adanya peningkatan aktivitas erupsi.

Baca Juga:  Badan Geologi Minta Warga Jauhi Kawah Gunung Anak Krakatau dalam Radius Tiga Kilometer

Irwan juga menegaskan bahwa aktivitas Gunung Kerinci tidak secara langsung dipengaruhi oleh gunung aktif lainnya. Setiap gunung memiliki sistem dapur magma yang berbeda dan terpisah.

Kondisi tersebut membuat aktivitas setiap gunung api bergantung pada sistem magma masing-masing. Oleh sebab itu, perkembangan Gunung Kerinci tetap perlu dilihat berdasarkan hasil pemantauan khusus terhadap gunung tersebut.

Dengan kombinasi pengamatan visual dan pencatatan seismik, kondisi Gunung Kerinci terus dievaluasi. Untuk saat ini, status Level II tetap dipertahankan karena belum ditemukan peningkatan aktivitas yang signifikan.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *