Indonesiaku.co – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan layanan transportasi umum tetap menjadi perhatian pemerintah setelah demonstrasi berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8). Meski sempat terjadi hambatan perjalanan di Stasiun Palmerah, pemerintah belum menerima laporan mengenai kerusakan fasilitas transportasi publik.
Dudy menyampaikan kondisi tersebut saat ditemui setelah menghadiri peringatan Maulid Nabi bersama Mitra Driver Gojek dan pelepasan 70 Mitra Driver Legend Gojek secara simbolis di Jakarta, Jumat (28/8) malam.
“Sejauh ini nggak ada ya (fasilitas transportasi umum yang rusak). Mungkin yang kemarin (karena) terhalang di Stasiun Palmerah ya, tapi belum ada laporan mengenai kerusakan di fasilitas transportasi umum,” ujar Dudy.
Demonstrasi yang berlangsung di kawasan Gedung DPR berdampak terhadap pergerakan masyarakat di sejumlah titik. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya melalui pengalihan rute transportasi.
Pengalihan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi kondisi di sekitar lokasi demonstrasi. Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatur aktivitas transportasi agar tidak seluruhnya terdampak oleh kegiatan penyampaian aspirasi.
Menurut Dudy, keberadaan demonstrasi tidak serta-merta harus menghentikan aktivitas transportasi umum. Pemerintah perlu melakukan pengaturan sehingga masyarakat yang menyampaikan aspirasi tetap memperoleh ruang, sementara masyarakat lainnya tetap dapat menggunakan moda transportasi untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia menekankan bahwa pemerintah berusaha menjaga kepentingan kedua pihak. Pengaturan transportasi dan lalu lintas dilakukan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung, tetapi tidak menimbulkan gangguan berlebihan terhadap layanan publik.
“Jadi, kita atur sedemikian rupa supaya masing-masing terjaga kepentingannya,” tutur Dudy.
Kementerian Perhubungan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi layanan transportasi. Pemantauan tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan terhadap sarana dan prasarana transportasi publik setelah demonstrasi berlangsung.
Hingga Jumat, Dudy menyatakan belum menerima laporan mengenai kerusakan fasilitas transportasi umum. Ia berharap kondisi tersebut tetap terjaga dan tidak terdapat kerusakan yang baru ditemukan dalam pemantauan berikutnya.
Selain aspek fasilitas, pemerintah juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi umum. Menurut Dudy, fasilitas publik merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat sehingga harus digunakan secara bijak dan dijaga bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga menyinggung perkembangan penyampaian aspirasi yang dilakukan massa. Ia berharap tuntutan masyarakat dapat diterima dengan baik setelah pimpinan DPR memberikan kesempatan untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
Menurut dia, penyelesaian rangkaian demonstrasi secara baik akan membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Kondisi yang kondusif juga akan mendukung pemulihan mobilitas dan layanan transportasi di kawasan yang sebelumnya terdampak.
Dudy mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dalam menggunakan fasilitas umum. Ia menilai ketertiban menjadi salah satu faktor penting agar layanan transportasi dapat terus berjalan aman bagi seluruh pengguna.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian penyampaian pendapat dapat segera berakhir dan kondisi kembali normal. Dengan situasi yang lebih kondusif, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas tanpa hambatan perjalanan akibat kegiatan demonstrasi.
“Saya rasa kemarin kan lihat kan? Sudah diterima oleh pimpinan DPR. Kita berharap ini sudah selesai dan kita kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Dudy.***