KAI Lakukan Inspeksi Jalur Usai Gempa Sukabumi, Perjalanan Kereta di Daop 2 Bandung Kembali Normal

Indonesiaku.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan operasional kereta api kembali berjalan normal setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 yang terjadi di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu petang.

Gempa tersebut sempat memengaruhi operasional salah satu perjalanan kereta di lintas Cibeber–Gandasoli. Namun, setelah seluruh jalur dan fasilitas pendukung dinyatakan aman oleh petugas, perjalanan kereta kembali dilanjutkan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan operasional kereta merupakan prioritas utama perusahaan dalam setiap situasi, termasuk ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo 4,9 dengan pusat berada sekitar 83 kilometer di selatan Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 23 kilometer. Getaran gempa dirasakan hingga wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya lintas Cibeber menuju Gandasoli.

Saat gempa terjadi, KA Siliwangi nomor perjalanan 343 relasi Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber. Kereta tiba sesuai jadwal, namun tidak langsung melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi karena petugas harus memastikan keamanan jalur terlebih dahulu.

Baca Juga:  Polda Jabar Pusatkan Rekonstruksi Kasus YTR di Markas Polisi, Ini Alasannya

Keputusan menghentikan sementara perjalanan merupakan bagian dari standar operasional prosedur yang diterapkan KAI setiap kali terjadi gempa yang berpotensi memengaruhi kondisi jalur kereta api.

Sesaat setelah menerima informasi mengenai gempa, tim prasarana KAI langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan inspeksi secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan terhadap rel, bantalan rel, sambungan rel, jembatan, terowongan, wesel, hingga berbagai fasilitas operasional lainnya.

Inspeksi dilakukan dengan teliti guna memastikan tidak ada perubahan struktur maupun kerusakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.

Selain memeriksa kondisi fisik jalur, petugas juga melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar rel untuk memastikan tidak terjadi longsor, retakan tanah, ataupun material yang berpotensi menghalangi lintasan kereta.

Setelah seluruh proses inspeksi selesai dilakukan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada lintas Cibeber–Gandasoli. Seluruh prasarana dinyatakan dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui kereta api.

Baca Juga:  Sudaryono Ajak Publik Awasi Program MBG, Dukung Penegakan Hukum dan Tata Kelola yang Lebih Transparan

Dengan hasil tersebut, KAI kemudian memberikan izin kepada KA Siliwangi untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Sukabumi. Kereta mengalami keterlambatan sekitar 19 menit dibandingkan jadwal semula akibat proses pemeriksaan keselamatan.

Meski terjadi keterlambatan, KAI menilai langkah tersebut merupakan keputusan yang tepat karena keselamatan seluruh pengguna jasa kereta api tidak dapat dikompromikan.

KAI menjelaskan bahwa setiap kejadian gempa bumi akan langsung direspons melalui mekanisme tanggap darurat. Seluruh perjalanan pada lintas yang terdampak akan dihentikan sementara sampai petugas memastikan jalur benar-benar aman untuk dilintasi.

Prosedur ini telah menjadi bagian dari sistem manajemen keselamatan perusahaan dan diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah operasional KAI apabila terjadi bencana alam yang berpotensi memengaruhi infrastruktur perkeretaapian.

Selain pemeriksaan lapangan, KAI juga terus melakukan koordinasi dengan BMKG untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas kegempaan. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah operasional selanjutnya.

Baca Juga:  Mapolda Jabar hingga Polres Wajib Bebas Vape, Pengunjung Kantor Polisi Juga Harus Patuh

Koordinasi yang baik dengan berbagai instansi memungkinkan KAI mengambil keputusan secara cepat sehingga keselamatan perjalanan tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek pelayanan kepada masyarakat.

KAI juga mengimbau seluruh pelanggan agar tetap tenang apabila terjadi penghentian sementara perjalanan kereta akibat gempa bumi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan bukan berarti telah terjadi kerusakan pada seluruh jalur kereta.

Perusahaan berharap masyarakat dapat memahami bahwa proses pemeriksaan membutuhkan waktu agar setiap perjalanan benar-benar berlangsung dengan aman.

Dengan selesainya inspeksi dan tidak ditemukannya kerusakan pada infrastruktur, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung kembali beroperasi normal. KAI menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan melalui penerapan prosedur yang ketat, pemeriksaan berkala, serta respons cepat terhadap setiap kondisi darurat yang berpotensi memengaruhi operasional kereta api.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *