Presiden Prabowo Beri Perhatian kepada Keluarga Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Karhutla

Indonesiaku.co – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap keluarga tiga prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang gugur dalam kecelakaan helikopter ketika menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Perhatian tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memastikan keluarga para personel yang meninggal dunia ketika bertugas tetap mendapatkan pendampingan dan perhatian.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan petunjuk agar pemerintah memperhatikan kondisi keluarga yang ditinggalkan.

Hal itu disampaikan Prasetyo dalam keterangan di Jakarta pada Jumat.

Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada para petugas yang masih menjalankan operasi di lapangan, tetapi juga kepada keluarga prajurit yang telah gugur.

Baca Juga:  Pasar Banyuwangi Siap Jadi Ikon Wisata Belanja, Wapres Gibran Apresiasi Hasil Revitalisasi dan Minta Finalisasi Fasilitas

Menurut Prasetyo, pemerintah diminta memberikan perhatian kepada istri, keluarga, serta putra-putri para personel yang meninggal dunia ketika menjalankan tugas negara.

Tiga prajurit TNI AD yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.

Mereka meninggal dunia setelah helikopter TNI AD yang digunakan dalam misi pemadaman karhutla mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Ketiganya tengah menjalankan tugas membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut.

Misi pemadaman karhutla melalui jalur udara merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu petugas mengatasi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau.

Baca Juga:  Pencarian KM Arupadatu I di Perairan Selat Sunda Berakhir Nihil, Operasi SAR Resmi Ditutup

Dalam operasi tersebut, personel TNI turut melaksanakan pemadaman menggunakan metode water bombing.

Metode ini memanfaatkan helikopter untuk membawa dan menjatuhkan air ke area yang terbakar.

Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah memahami besarnya risiko yang harus dihadapi para petugas dalam menjalankan operasi penanggulangan karhutla.

Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan karena kebakaran di sejumlah wilayah masih membutuhkan penanganan serius.

Berdasarkan data BNPB per Kamis (5/11), sebanyak 1.468 titik api tercatat tersebar di enam provinsi.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian pemerintah antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.

Kebakaran yang terjadi di lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama karena karakteristik lahannya membuat proses pemadaman lebih sulit.

Baca Juga:  BNPB Catat 19 Titik Api di Kalbar, Lebih dari 180 Hektare Berhasil Dipadamkan

Selain kondisi lahan, arah angin dan ketersediaan sumber air juga memengaruhi efektivitas penanganan kebakaran.

Pemerintah pun mengapresiasi seluruh petugas dan relawan yang terus bekerja mengendalikan persebaran titik api.

Perhatian terhadap keluarga prajurit yang gugur diharapkan menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam menjalankan tugas negara.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *