Pemprov DKI Lakukan Penyemprotan Water Mist untuk Dukung Kenyamanan Pelari JRF 2026

Indonesiaku.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan upaya untuk membantu memperbaiki kondisi lingkungan di ibu kota, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, operasi tersebut telah dilaksanakan melalui empat sorti penerbangan pada 21–23 Oktober.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyampaikan bahwa OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan dan membantu menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi masyarakat. Pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan cuaca yang terus dipantau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat dilakukan secara tepat sasaran,” kata Marulitua.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, BPBD menggunakan pesawat PK-SNH dengan bahan semai natrium klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan di sejumlah kawasan, meliputi Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi hujan berdasarkan kondisi atmosfer yang dipantau.

Baca Juga:  Berbeda dari Wilayah Lain, Jakarta Utara Diprakirakan Cerah Berawan pada Jumat

Pada Jumat (23/10), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tercatat di beberapa wilayah sekitar Jakarta. Daerah yang mengalami hujan meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Meski hujan terjadi setelah rangkaian pelaksanaan OMC, hubungan antara operasi dan perubahan cuaca tetap perlu dinilai berdasarkan data meteorologi. Hujan tidak dapat langsung dianggap sepenuhnya terjadi akibat modifikasi cuaca tanpa analisis lebih lanjut terhadap kondisi atmosfer dan faktor lain yang memengaruhi pembentukan hujan.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat adanya kecenderungan penurunan konsentrasi polutan PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2) pada Sabtu (24/10) pagi. Pemantauan melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara menunjukkan tren tersebut di lima wilayah Jakarta, terutama pada pukul 04.00–07.00 WIB.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Langit Jakarta Didominasi Awan, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM2,5 tercatat sekitar 12–32 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00–05.00 WIB. Adapun kawasan pesisir Jakarta Utara mencatat kisaran 9–17 µg/m³ pada pukul 04.00–07.00 WIB. Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 berada dalam kisaran 12–43 µg/m³.

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa penurunan polutan bisa dipengaruhi oleh kondisi meteorologi, aktivitas sumber emisi lokal, serta kemungkinan dampak OMC. Hujan berpotensi membantu mengurangi partikulat di udara melalui proses deposisi basah atau wet deposition. Namun, analisis lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan besarnya kontribusi masing-masing faktor.

Selain OMC, Pemprov DKI Jakarta melakukan penyemprotan kabut air atau water mist di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan JRF 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.

Baca Juga:  Galeri Nasional Indonesia, Tempat Terbaik Menikmati Seni, Sejarah, dan Budaya dalam Satu Destinasi

Sementara itu, IQAir mencatat indeks kualitas udara Jakarta sebesar 79 atau kategori sedang pada Minggu pukul 06.00 WIB. Konsentrasi PM2,5 berada pada angka 24 µg/m³ atau 4,8 kali panduan tahunan WHO. Kelompok sensitif dianjurkan mengurangi kegiatan di luar ruangan, mengenakan masker, serta menutup jendela ketika udara luar tercemar.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *