Jarak Pandang di Bandara Palembang Membaik Jadi 1.200 Meter, Setelah Kabut Asap Ganggu Jadwal Penerbangan

Indonesiaku.co – Kondisi jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, menunjukkan perbaikan pada Rabu sore setelah sebelumnya terganggu oleh kabut asap.

Jarak pandang yang tercatat hanya 400 meter pada pukul 13.00 WIB meningkat menjadi 1.200 meter berdasarkan pembaruan informasi pada pukul 16.00 WIB.

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menyampaikan bahwa penurunan jarak pandang pada siang hari berdampak terhadap operasional penerbangan. Sebanyak 13 penerbangan mengalami gangguan jadwal, terdiri atas tujuh penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan.

Perbaikan kondisi pada sore hari menjadi perkembangan penting dalam pemantauan operasional bandara. Meski begitu, peningkatan jarak pandang belum dapat dijadikan kepastian bahwa seluruh penerbangan yang terdampak telah kembali beroperasi sesuai jadwal semula.

Baca Juga:  DPR RI Sahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Landasan Hukum Baru untuk Penyelenggaraan Reforma Agraria yang Terintegrasi

Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang di sekitar bandara sehingga kondisi tersebut perlu diperhitungkan dalam pelaksanaan penerbangan. Keputusan operasional tetap harus memperhatikan hasil pemantauan kondisi aktual serta prosedur keselamatan yang diterapkan oleh pihak terkait.

Pada kelompok penerbangan keberangkatan, gangguan dialami tujuh penerbangan yang melayani rute Jakarta, Pangkalpinang, Surabaya, dan Batam. Rinciannya meliputi GA101 menuju Jakarta, IU921 menuju Pangkalpinang, IU302 menuju Jakarta, IU923 menuju Jakarta, JT857 menuju Surabaya, GA109 menuju Jakarta, serta QG989 menuju Batam.

Adapun penerbangan kedatangan yang terdampak meliputi IU922, QG984, dan GA104 dari Jakarta. Dua penerbangan lain berasal dari Surabaya dan Batam, masing-masing JT856 dan QG988. Sementara itu, penerbangan ID6870 juga tercatat terdampak dalam perjalanan dari Jakarta.

Baca Juga:  Pengumpulan Data Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Kejagung Beri Penjelasan

Data tersebut memperlihatkan bahwa gangguan berlangsung pada sejumlah penerbangan domestik. Namun, informasi mengenai 13 penerbangan terdampak tidak berarti seluruh layanan penerbangan di Bandara SMB II mengalami penghentian operasional.

Pihak pengelola bandara terus memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang guna mendukung keselamatan serta kelancaran aktivitas penerbangan. Pemantauan tersebut diperlukan karena kondisi atmosfer dapat berubah sehingga informasi terbaru menjadi pertimbangan penting bagi operasional bandara.

Di sisi lain, calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan perkiraan waktu keberangkatan yang tercantum dalam tiket. Penumpang sebaiknya memeriksa pembaruan jadwal melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.

Informasi resmi dari maskapai dapat membantu penumpang mengetahui apabila terdapat perubahan waktu keberangkatan atau kedatangan. Dengan demikian, mereka dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan mengurangi risiko menunggu terlalu lama di bandara akibat perubahan jadwal.

Baca Juga:  Pencarian KM Arupadatu I Meluas ke Samudra Hindia, Sektor C Capai 3.380 NM Persegi

Perkembangan jarak pandang dari 400 meter menjadi 1.200 meter menunjukkan bahwa kondisi yang sebelumnya mengganggu operasional mulai membaik pada sore hari. Meski demikian, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penerbangan.

Pemantauan berkelanjutan dan penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadapi gangguan penerbangan akibat kabut asap. Penumpang pun diharapkan tetap mengikuti arahan petugas dan pembaruan informasi dari maskapai hingga kondisi operasional kembali stabil.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *