Indonesiaku.co – Korban jiwa di Jalur Gaza masih terus bertambah meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 11 Oktober 2025. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata mencapai 1.415 orang, sedangkan 4.953 lainnya mengalami luka-luka.
Data terbaru tersebut merupakan bagian dari keseluruhan korban konflik sejak 7 Oktober 2023. Hingga 26 September 2026, sumber medis Palestina mencatat sebanyak 74.016 warga Palestina meninggal dunia dan 175.068 lainnya terluka.
Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di seluruh Gaza menerima tujuh jasad dan 38 korban luka. Tambahan tersebut kembali meningkatkan jumlah korban yang tercatat sejak diberlakukannya gencatan senjata.
Otoritas kesehatan Palestina juga mencatat proses evakuasi korban dari bawah reruntuhan terus dilakukan. Hingga laporan terbaru, sebanyak 834 jasad telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan selama periode setelah gencatan senjata.
Namun, upaya pencarian korban belum selesai. Sejumlah warga masih dilaporkan berada di bawah reruntuhan bangunan dan di sejumlah ruas jalan. Tim ambulans dan penyelamat menghadapi kesulitan untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut sehingga proses evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya.
Kondisi tersebut membuat proses pendataan korban masih dapat berubah. Korban yang ditemukan dan berhasil dievakuasi dapat menambah jumlah yang tercatat dalam laporan kesehatan berikutnya.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September 2026 juga menyebut gencatan senjata di Gaza masih rapuh. Menurut laporan tersebut, serangan udara, penembakan, serangan drone, dan operasi darat masih berlangsung, sementara tantangan kemanusiaan dan keamanan tetap ada.
Situasi tersebut membuat fasilitas kesehatan di Gaza tetap menghadapi kebutuhan penanganan korban. Dalam dua hari terakhir saja, 38 orang dilaporkan mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan setelah dibawa ke rumah sakit.
Angka korban sejak gencatan senjata menjadi bagian dari total korban konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023. Dengan tambahan terbaru, jumlah keseluruhan korban meninggal mencapai 74.016 orang dan korban luka mencapai 175.068 orang.
Data tersebut disampaikan berdasarkan sumber medis dan otoritas kesehatan Palestina. Angka tersebut mencerminkan korban yang telah berhasil dicatat, sementara korban yang masih berada di bawah reruntuhan atau di lokasi yang sulit dijangkau belum seluruhnya dapat dipastikan.
Proses pencarian korban menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi tim penyelamat. Reruntuhan bangunan dan kondisi di lapangan menyebabkan akses menuju sejumlah lokasi menjadi terbatas.
Hingga kini, 834 jasad telah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan sejak periode gencatan senjata. Namun, masih adanya korban yang belum terjangkau menunjukkan bahwa proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung.
Pembaruan data tersebut kembali memperlihatkan besarnya dampak konflik terhadap penduduk Gaza. Otoritas kesehatan terus memperbarui jumlah korban berdasarkan laporan rumah sakit dan hasil proses evakuasi di lapangan.***