Aktivitas di Al-Aqsa Meningkat Selama Sukkot, Ribuan Warga Israel Masuk dalam Empat Hari

Indonesiaku.co – Aktivitas warga Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, meningkat selama rangkaian perayaan Sukkot.

Dalam beberapa hari berturut-turut, ribuan orang memasuki kompleks tersebut dengan pengawalan polisi Israel, menurut data yang disampaikan Wakaf Islam Yerusalem.

Pada Rabu (30/9), Wakaf Islam Yerusalem melaporkan sebanyak 1.317 warga Israel memasuki kompleks Al-Aqsa pada pagi hari. Mereka dilaporkan masuk dengan perlindungan polisi dan melakukan sejumlah aktivitas keagamaan di dalam kompleks.

Sehari sebelumnya, pada Selasa (29/9), Wakaf Islam Yerusalem mencatat 966 warga Israel memasuki kawasan tersebut. Sementara pada Senin, jumlah yang dicatat lebih dari 1.700 orang. Sehari sebelumnya, Minggu (27/9), jumlahnya juga mencapai lebih dari 1.500 orang.

Rangkaian aktivitas tersebut berlangsung ketika umat Yahudi merayakan Sukkot. Hari raya tersebut dimulai pada 26 September dan dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober 2026. Setelah Sukkot, rangkaian hari raya Yahudi berlanjut dengan Simchat Torah pada 3 Oktober.

Baca Juga:  Kivu Utara Catat 2.391 Kasus Ebola dan 1.341 Kematian, Fasilitas Perawatan Tertekan

Menurut pejabat Wakaf Islam Yerusalem yang dikutip Anadolu, aktivitas pada Rabu mencakup ritual Talmud, doa, tarian, dan nyanyian. Wakaf menyatakan aktivitas tersebut tidak sesuai dengan status quo historis yang berlaku di kompleks Al-Aqsa.

Status quo tersebut merujuk pada pengaturan historis yang berkaitan dengan pengelolaan dan aktivitas keagamaan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Wakaf Islam Yerusalem yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania disebut memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan kompleks tersebut.

Kompleks Al-Aqsa sendiri memiliki luas sekitar 144 dunam atau 35,6 hektare. Kawasan tersebut menjadi salah satu situs keagamaan paling penting bagi umat Islam sekaligus salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Baca Juga:  Pesawat Aer Lingus Bawa 151 Penumpang Dialihkan ke Pangkalan Militer Prancis

Aktivitas selama Sukkot tahun ini juga mendapat perhatian karena kelompok-kelompok sayap kanan Israel sebelumnya menyerukan kunjungan dalam jumlah besar ke kompleks Al-Aqsa selama hari raya tersebut.

Pada Senin (28/9), Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dilaporkan turut memasuki kompleks Al-Aqsa. Anadolu melaporkan Ben-Gvir berada di lokasi dengan pengawalan polisi.

Aktivitas tersebut berlangsung bersamaan dengan penerapan pengamanan ketat di sekitar kawasan Kota Tua Yerusalem. Laporan Anadolu sebelumnya juga menyebut adanya pembatasan terhadap sebagian warga Palestina yang hendak memasuki kompleks untuk beribadah.

Sejak 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan warga Israel memasuki kompleks melalui Gerbang Mughrabi dengan pengawalan polisi. Praktik tersebut menjadi bagian dari perkembangan pengaturan akses ke kompleks Al-Aqsa dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga:  Delapan Negara Serukan Dunia Bertindak atas Situasi di Masjid Al-Aqsa

Wakaf Islam Yerusalem berulang kali menyerukan penghentian aktivitas yang mereka anggap sebagai pelanggaran terhadap status quo. Hingga laporan terbaru pada Rabu, aktivitas masuk ke kompleks masih berlangsung.

Persoalan Al-Aqsa juga berkaitan dengan status Yerusalem Timur. Palestina menyatakan wilayah tersebut sebagai bagian dari wilayah yang mereka klaim sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Sementara itu, status dan masa depan Yerusalem menjadi salah satu isu utama dalam konflik Israel-Palestina dan belum memperoleh penyelesaian politik final.

Dengan Sukkot masih berlangsung hingga 2 Oktober, perkembangan aktivitas di kompleks Al-Aqsa tetap menjadi perhatian Wakaf Islam Yerusalem, warga Palestina, serta berbagai pihak yang mengikuti situasi di Yerusalem.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *