Basarnas Kerahkan 22 Kapal untuk Menyisir Selat Sunda hingga Pulau Enggano

Indonesiaku.co – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pada hari kesembilan operasi, sebanyak 22 unit kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan Selat Sunda hingga kawasan Pulau Enggano, Bengkulu.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, operasi pencarian hingga hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan masih belum menemukan hasil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal yang berhasil ditemukan oleh armada laut utama.

“Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil,” ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu malam.

Baca Juga:  Penumpang Pesawat Domestik Turun 12,39 Persen, BPS Catat 4,22 Juta Keberangkatan

Pencarian pada hari kesembilan mencakup area seluas 3.439 nautical mile persegi. Wilayah tersebut membentang dari kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di perairan Banten dan Lampung hingga Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu.

Armada yang dikerahkan berasal dari berbagai unsur. TNI Angkatan Laut menurunkan lima KRI, dua KAL, dan satu RBB. Polairud mengerahkan delapan kapal, sedangkan Basarnas menurunkan tiga KN SAR dan dua unit RIB. Selain itu, satu kapal patroli dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau KPLP turut terlibat.

Untuk memastikan seluruh area dapat dijangkau, operasi dibagi menjadi delapan sektor pencarian. Masing-masing sektor memiliki jalur penyisiran dan armada yang telah ditentukan berdasarkan peta rencana operasi Basarnas.

Baca Juga:  Keluarga Akhirnya Bisa Memakamkan Taruno, Adiknya Masih Dicari Usai Kecelakaan KMP Virgo

Di Sektor A, KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya menyisir wilayah sebelah barat Teluk Belimbing. Pada Sektor B, KN SAR Basudewa bergerak dari Pulau Sebesi menuju kawasan tenggara Tanggamus.

KRI Leuser menjalankan pencarian di Sektor C dengan mengarah ke perairan Ujung Kulon dan barat Pulau Panaitan menuju Samudra Hindia. Sementara itu, Sektor D dilakukan KN SAR Antasena dan KRI Lepu di sebelah barat Gunung Anak Krakatau.

Sektor E mencakup wilayah hingga Teluk Kalianda dan diawasi oleh RIB 02 Lampung serta KAL Pahawang. Kemudian, tujuh kapal Polairud menyisir Sektor F dari perairan barat Gunung Anak Krakatau sampai Pulau Tunda.

Untuk Sektor G, KAL Anyer, RIB 02 Banten, dan RBB Pulau Peucang menyisir lintasan Dermaga Marina Carita hingga Anyer. Sementara itu, KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, dan KN Damaru bertugas di Sektor H, yakni sekitar kawasan Anak Krakatau hingga selatan Pulau Sebesi.

Baca Juga:  Pencarian KM Arupadatu I di Perairan Selat Sunda Berakhir Nihil, Operasi SAR Resmi Ditutup

Operasi tidak hanya dilakukan di wilayah Selat Sunda. Kantor SAR Bengkulu juga melaksanakan pencarian di pesisir Pulau Enggano. Selain penyisiran langsung, tim turut memantau siaran e-broadcast dari kapal-kapal yang melintas melalui SROP dan KSOP.

Dengan pengerahan armada dari berbagai instansi tersebut, Basarnas berupaya memperluas jangkauan pencarian. Namun, hingga hari kesembilan, keberadaan KM Arupadatu I beserta rombongan jurnalis dan kru kapal masih belum diketahui.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *