Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Lima Rute di Bandara SIM Kembali Terdampak

Indonesiaku.co – Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali memberikan dampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar, menjadi salah satu bandara yang mengalami dampak tidak langsung setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan rute Banda Aceh-Jakarta dan Jakarta-Banda Aceh mengalami pembatalan. Penutupan bandara tujuan membuat pesawat yang seharusnya menghubungkan kedua wilayah tersebut tidak dapat beroperasi sesuai jadwal.

General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat volcanic ash pada Senin, 7 September 2026. Penutupan dimulai pukul 08.28 WIB dengan estimasi berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

Dampak penutupan tersebut langsung dirasakan pada konektivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda. Manajemen bandara kemudian melakukan koordinasi dengan maskapai dan berbagai pihak terkait untuk mengikuti perkembangan situasi.

Baca Juga:  Pemantauan Gunung Kerinci Tetap Berjalan, Cuaca dan Kawah Terpantau

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional sejumlah bandara. Dalam kondisi tersebut, ruang udara menjadi salah satu aspek yang harus dipantau sebelum penerbangan dapat dilaksanakan.

Manajemen Bandara Sultan Iskandar Muda memastikan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas. Penyesuaian operasional dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi ruang udara dan keputusan otoritas penerbangan.

Situasi tersebut juga membuat penumpang harus menyesuaikan rencana perjalanan. Pihak bandara meminta calon penumpang yang memiliki penerbangan dari dan menuju Jakarta tidak datang terlebih dahulu sebelum memperoleh kepastian mengenai status penerbangannya dari maskapai.

Penumpang juga diminta memantau informasi terbaru terkait jadwal penerbangan. Langkah tersebut diperlukan karena status penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi ruang udara.

Baca Juga:  Abu Vulkanik Dibersihkan, Runway Tiga Bandara Diuji Sebelum Kembali Beroperasi

Selain memastikan komunikasi dengan maskapai, pihak bandara juga terus memantau kondisi untuk memastikan penanganan terhadap penumpang terdampak dapat dilakukan sesuai prosedur.

Airport Operation and Services Departement Head Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Yudi Apriana, mengungkapkan bahwa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan telah terjadi sejak hari sebelumnya.

Pada hari sebelumnya, terdapat tujuh penerbangan yang terdampak. Kemudian pada Senin, 7 September 2026, terdapat tambahan lima penerbangan yang mengalami dampak.

Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa gangguan akibat sebaran abu vulkanik tidak hanya memengaruhi satu penerbangan, tetapi dapat berpengaruh terhadap rangkaian konektivitas udara.

Kondisi ruang udara yang berubah menjadi faktor penting bagi maskapai dan pengelola bandara dalam menentukan kelanjutan penerbangan. Keputusan untuk menyesuaikan atau menghentikan sementara operasional dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Baca Juga:  Erupsi ke-63 Gunung Marapi Sepanjang 2026, Warga Padang Panjang dan Tanah Datar Diminta Waspada

Manajemen Bandara Sultan Iskandar Muda juga berkomitmen memberikan informasi apabila terjadi perubahan signifikan terhadap kondisi operasional.

Bagi masyarakat yang telah memiliki tiket perjalanan menuju Jakarta maupun dari Jakarta ke Banda Aceh, informasi resmi dari maskapai menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penumpang diimbau tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum dipastikan.

Dengan koordinasi antara pengelola bandara, maskapai, dan pihak terkait, penanganan penerbangan terdampak terus dilakukan sambil menunggu perkembangan kondisi ruang udara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *