Hadapi Kekeringan September, BPBD Banyumas Ajak Warga Cegah Karhutla Sejak Dini

Indonesiaku.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengajak masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kekeringan pada awal September 2026.

Ajakan tersebut disampaikan setelah Banyumas masuk kategori status awas atau merah potensi kekeringan meteorologis pada Dasarian I September 2026. Kondisi tersebut membuat risiko kebakaran perlu mendapatkan perhatian lebih besar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan kekeringan harus diantisipasi sejak dini. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan potensi kebakaran, baik di kawasan hutan, lahan maupun permukiman.

Catatan BPBD menunjukkan sebanyak 28 kejadian karhutla telah terjadi di Banyumas dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 24,868 hektare.

“Terakhir terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, pada Kamis (3/9), pada lahan seluas satu hektare,” kata Dwi di Purwokerto, Sabtu.

Baca Juga:  Pembangunan Belum 100 Persen, SRT Wajo Masih Gelar Pembelajaran Daring

Dengan masih berlangsungnya periode kering, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh sumber api. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat berkembang apabila berada di lingkungan yang kering.

Karena itu, penanganan karhutla menurut Dwi harus dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pencegahan dan mitigasi serta penanganan ketika kebakaran terjadi. Langkah pencegahan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan munculnya sumber api.

BPBD meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga yang melakukan aktivitas pembakaran sampah juga diminta memastikan kegiatan tersebut tidak dilakukan tanpa pengawasan.

Puntung rokok juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area dengan kondisi lingkungan yang kering.

“Langkah tersebut penting dilakukan karena sumber api yang kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas ketika kondisi lingkungan dalam keadaan kering,” ujar Dwi.

Baca Juga:  Kasus Kematian Winda Lorenza Disorot DPR, Polda Sumut dan Polresta Medan Akan Dimintai Penjelasan

Selain mencegah kebakaran, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendeteksi kejadian sejak awal. BPBD meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau melihat kejadian kebakaran.

Pelaporan secara cepat diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan di lapangan. Dengan demikian, kebakaran diharapkan tidak berkembang dan meluas ke wilayah lainnya.

Dwi menilai kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla. Pencegahan tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah atau petugas kebencanaan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Pada saat yang sama, BPBD mengingatkan bahwa dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan risiko kebakaran. Ketersediaan air bersih juga harus diperhatikan.

Banyumas berada dalam status awas potensi kekeringan meteorologis untuk periode 1-10 September 2026. Masyarakat diminta menggunakan air bersih secara efisien, terutama untuk kebutuhan domestik sehari-hari.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Bertolak ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

Pada sektor pertanian, masyarakat juga diharapkan mampu menghemat serta mengatur distribusi air untuk lahan pertanian. Pengelolaan air yang baik menjadi penting agar kebutuhan dapat dipenuhi secara lebih efisien selama kondisi kering.

Dwi mengatakan kewaspadaan terhadap karhutla harus berjalan beriringan dengan langkah menghadapi dampak kekeringan lainnya. Masyarakat tidak hanya perlu menghemat air, tetapi juga menjaga lingkungan agar tidak menjadi pemicu kebakaran.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan selama periode kekeringan dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api dan segera melaporkan kejadian kebakaran untuk mempercepat penanganan di lapangan,” kata Dwi.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *