Titik Panas Kalsel Sempat Turun, Menhut Tetap Waspada karena El Nino Masih Berlangsung

Indonesiaku.co – Pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan meskipun jumlah titik panas sempat mengalami penurunan signifikan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan penanganan masih harus dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi cuaca dapat kembali meningkatkan risiko kebakaran.

Berdasarkan data Sistem Informasi Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), jumlah titik panas di Kalimantan Selatan pada 21 Agustus mencapai 157 titik. Angka tersebut turun menjadi 11 titik pada 22 Agustus pukul 21.00 WIB.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung sepenuhnya stabil. Berdasarkan pemantauan pada 23 Agustus pukul 06.00 Wita, jumlah titik panas kembali meningkat menjadi 44 titik.

Puluhan titik panas tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin.

Baca Juga:  Sudaryono Ajak Publik Awasi Program MBG, Dukung Penegakan Hukum dan Tata Kelola yang Lebih Transparan

Raja Juli mengatakan penurunan jumlah titik panas sebelumnya berkaitan erat dengan operasi penanggulangan yang dilakukan secara terpadu. Pemerintah mengerahkan personel melalui operasi darat sekaligus memperkuat pemadaman menggunakan dukungan udara.

Salah satu bentuk dukungan dari udara dilakukan melalui operasi water bombing. Dalam satu hari, sebanyak 176 kali pengeboman air dilakukan untuk membantu mengendalikan kebakaran.

Operasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menangani karhutla, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, pemadaman dari udara tetap perlu didukung penanganan di lapangan untuk memastikan api benar-benar mati.

Menteri Kehutanan sebelumnya meninjau langsung penanganan karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar. Di lokasi tersebut, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare.

Area tersebut merupakan wilayah non-kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran menjadi penting agar api tidak meluas ke kawasan yang berada di sekitarnya.

Baca Juga:  Universitas Beri Pendampingan Usai Lima Mahasiswa KKN Tewas dalam Kecelakaan

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah kondisi lahan gambut. Raja Juli menjelaskan bahwa gambut memiliki karakteristik berbeda dengan lahan biasa. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di atas telah berhasil dipadamkan.

Karena itu, Satgas Darat terus melakukan pembasahan lahan. Personel yang terlibat terdiri atas Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan BNPB.

“Kondisi lahan gambut masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat, jadi perlu terus pembasahan,” ujar Raja Juli.

Pembasahan dilakukan untuk menurunkan risiko munculnya kembali api dari bara yang masih tersimpan di lapisan gambut. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemadaman secara menyeluruh.

Baca Juga:  Pemerintah Pastikan B50 Aman untuk Kendaraan, Telah Melalui Uji Teknis Bertahun-tahun

Menurut pemerintah, kondisi kebakaran tidak dapat hanya dilihat berdasarkan keberadaan api di permukaan. Asap yang masih keluar dari dalam tanah menunjukkan adanya potensi titik panas yang perlu segera ditangani.

Kewaspadaan juga diperkuat dengan mempertimbangkan fenomena El Nino yang masih berlangsung. Puncak fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada September.

Raja Juli meminta seluruh pihak tidak lengah meskipun jumlah titik panas telah berkurang dibandingkan sebelumnya. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, serta masyarakat.

Dengan kondisi titik panas yang kembali meningkat, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan. Upaya pemadaman, pembasahan lahan gambut dan operasi udara diharapkan dapat menekan risiko kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.****

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *