Gempa Pangandaran Picu Penghentian Operasional KA Siliwangi, KAI Lakukan Pemeriksaan Jalur Secara Menyeluruh

Indonesiaku.co – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Jawa Barat pada Rabu malam berdampak pada operasional perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung.

Sebagai langkah antisipasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghentikan sementara perjalanan Kereta Api Siliwangi yang melayani rute Cipatat–Cianjur–Sukabumi.

Keputusan tersebut diambil setelah getaran gempa dirasakan di sejumlah lintas utama operasional KAI Daop 2 Bandung. Wilayah yang terdampak meliputi jalur Nagreg menuju Banjar, lintas Cibatu menuju Garut, hingga jalur Cipatat menuju Gandasoli.

Begitu informasi gempa diterima, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api segera menerapkan standar operasional darurat. Semua kereta yang berada di wilayah terdampak diperintahkan berhenti sementara sampai kondisi jalur dipastikan aman.

Baca Juga:  Identitas Jenazah yang Ditemukan di Pulau Enggano Terungkap Lewat Pencocokan DNA Surakman

Kereta yang sedang berada di perjalanan diarahkan berhenti di stasiun terdekat maupun di lokasi yang telah dinilai aman. Selanjutnya, petugas prasarana bergerak melakukan pemeriksaan terhadap seluruh komponen infrastruktur.

Pemeriksaan mencakup rel kereta, wesel, jembatan, terowongan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Tujuan utama dari inspeksi tersebut adalah memastikan tidak terjadi kerusakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta.

Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardojo menegaskan bahwa keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama perusahaan. Oleh karena itu, setiap indikasi potensi gangguan akibat bencana alam harus ditindaklanjuti dengan penghentian operasional sementara.

KAI menyadari bahwa langkah tersebut menyebabkan keterlambatan sejumlah perjalanan. Namun perusahaan berharap pelanggan dapat memahami bahwa keputusan tersebut diambil demi mencegah risiko yang lebih besar.

Baca Juga:  Pesawat Cassa Diduga Milik TNI Tergelincir di Bandara Hasanuddin, Terjadi Sehari Setelah Insiden Sukhoi

Hingga sekitar pukul 22.25 WIB, pemeriksaan masih dilakukan di beberapa lintas yang terdampak getaran gempa. Petugas bekerja memastikan seluruh jalur memenuhi standar keselamatan sebelum perjalanan kembali dibuka.

Selain pemeriksaan lapangan, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi pascagempa. Informasi terbaru akan terus diperbarui kepada masyarakat melalui kanal resmi KAI.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya sistem mitigasi bencana dalam sektor transportasi. Jalur kereta api merupakan infrastruktur vital yang harus dipastikan tetap stabil sebelum digunakan kembali setelah terjadi gempa.

KAI juga mengingatkan pelanggan agar selalu mengikuti informasi resmi mengenai jadwal perjalanan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kepastian terkait perubahan operasional akibat kondisi darurat.

Baca Juga:  Pangalengan Berdekatan dengan Sesar Garsela, Ahli Jelaskan Kondisi Gempa Swarm

Melalui penerapan prosedur keselamatan yang ketat, KAI berharap perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal setelah seluruh proses inspeksi selesai. Langkah tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan penumpang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *