Gianni Infantino Diisukan Masuk Bursa Sekjen PBB, Trump Nilai Presiden FIFA Mampu Satukan Dunia

Indonesiaku.co – Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi perhatian publik internasional. Kali ini bukan karena penyelenggaraan kompetisi sepak bola dunia, melainkan karena namanya disebut-sebut sebagai sosok yang diinginkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya.

Kabar tersebut dilaporkan oleh media Amerika Serikat, New York Post, yang mengutip sumber dekat Donald Trump. Menurut sumber tersebut, Trump memandang Infantino sebagai figur internasional yang memiliki kemampuan membangun hubungan baik dengan berbagai negara dan mampu menciptakan semangat persatuan melalui olahraga.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana tersebut. Belum diketahui apakah Donald Trump telah berbicara langsung kepada Gianni Infantino mengenai kemungkinan pencalonannya ataupun apakah Presiden FIFA itu memiliki ketertarikan memasuki dunia diplomasi global.

Wacana tersebut muncul ketika dunia internasional tengah menantikan berakhirnya masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Masa kepemimpinan Guterres dijadwalkan selesai pada 31 Desember mendatang sehingga berbagai spekulasi mengenai calon penggantinya mulai bermunculan.

Dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemilihan Sekretaris Jenderal bukan merupakan keputusan satu negara. Prosesnya melibatkan rekomendasi Dewan Keamanan PBB yang kemudian disahkan oleh Majelis Umum PBB. Karena itu, dukungan dari satu pemimpin dunia belum tentu menentukan hasil akhir proses pemilihan.

Baca Juga:  Konflik Yaman Kembali Memanas, Serangan ke Istana Kepresidenan Jadi Sorotan di Tengah Gagalnya Gencatan Senjata

Meski demikian, munculnya nama Gianni Infantino menjadi perhatian karena latar belakangnya berbeda dengan para Sekretaris Jenderal sebelumnya. Selama ini jabatan tersebut umumnya diisi oleh diplomat senior atau mantan kepala pemerintahan yang memiliki pengalaman panjang dalam hubungan internasional.

Infantino sendiri dikenal sebagai tokoh olahraga global. Ia menjabat Presiden FIFA sejak tahun 2016 setelah memenangkan pemilihan untuk menggantikan Sepp Blatter. Selama hampir satu dekade memimpin organisasi sepak bola dunia, ia menginisiasi sejumlah perubahan besar.

Salah satu kebijakan paling penting adalah memperluas jumlah peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 48 negara mulai edisi 2026. Kebijakan tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi negara-negara berkembang untuk tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Selain memperluas jumlah peserta, FIFA di bawah kepemimpinan Infantino juga meningkatkan berbagai program pengembangan sepak bola, investasi infrastruktur, hingga kerja sama dengan federasi-federasi anggota di seluruh dunia.

Baca Juga:  Gempa 5,9 Guncang Jepang Dini Hari, Sejumlah Warga Terluka dan Perjalanan Kereta Terganggu

Menurut sumber yang dikutip New York Post, pengalaman memimpin organisasi global dengan lebih dari 200 anggota menjadi salah satu alasan Trump menilai Infantino mampu memimpin organisasi internasional seperti PBB.

Trump disebut menganggap sepak bola merupakan bahasa universal yang dapat menyatukan masyarakat lintas budaya, agama, dan negara. Karena itu, sosok yang berhasil memimpin FIFA dinilai memiliki pengalaman dalam membangun komunikasi internasional yang tidak dimiliki banyak tokoh lain.

Hubungan baik antara Donald Trump dan Gianni Infantino kembali terlihat saat final Piala Dunia 2026. Keduanya hadir bersama di tribun kehormatan Stadion New Jersey untuk menyaksikan laga puncak antara Spanyol melawan Argentina.

Final tersebut berlangsung ketat hingga memasuki babak tambahan waktu. Spanyol akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah Ferran Torres mencetak gol kemenangan yang memastikan skor akhir 1-0.

Kehadiran Trump pada pertandingan tersebut juga menjadi simbol dukungan Amerika Serikat terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, Amerika memainkan peran penting dalam suksesnya turnamen tersebut.

Baca Juga:  Korban Serangan AS di Iran Terus Bertambah, Pemerintah Sebut 38 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Selama proses persiapan hingga penyelenggaraan Piala Dunia, koordinasi antara FIFA dan pemerintah Amerika Serikat berlangsung intensif. Kerja sama tersebut meliputi keamanan, transportasi, logistik, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan pendukung turnamen.

Walaupun demikian, munculnya dukungan Trump terhadap Infantino belum mengubah proses resmi pemilihan Sekretaris Jenderal PBB. Organisasi internasional tersebut memiliki mekanisme tersendiri yang melibatkan seluruh negara anggota serta Dewan Keamanan.

Di sisi lain, Gianni Infantino sendiri belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut. FIFA juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan presidennya masuk dalam bursa calon Sekjen PBB.

Apabila suatu saat Infantino benar-benar memutuskan memasuki dunia diplomasi internasional, hal tersebut akan menjadi langkah baru dalam kariernya setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia olahraga.

Untuk saat ini, informasi mengenai keinginan Donald Trump masih sebatas laporan media yang bersumber dari pihak dekat Presiden Amerika Serikat. Belum ada kepastian apakah wacana tersebut akan berkembang menjadi pencalonan resmi atau hanya menjadi bagian dari dinamika politik internasional menjelang berakhirnya masa jabatan Antonio Guterres.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *