13 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Lima Kontrakan di Cakung, Api Berasal dari Dapur

Indonesiaku.co  – Kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah berisi lima pintu kontrakan terjadi di Jalan Kayu Tinggi, RT 09/RW 11, Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (16/7) malam.

Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan yang memiliki luas sekitar 700 meter persegi.

Laporan mengenai kebakaran diterima oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur pada pukul 22.12 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mengirimkan armada pemadam ke lokasi agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain di kawasan permukiman.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid menjelaskan bahwa unit pertama tiba di lokasi pada pukul 22.20 WIB. Hanya berselang satu menit, petugas langsung memulai proses pemadaman dengan memanfaatkan seluruh peralatan yang dibawa ke lokasi kejadian.

Dalam operasi tersebut, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dan 65 personel. Jumlah personel yang cukup besar diperlukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mengantisipasi penyebaran kobaran ke bangunan di sekitarnya.

Baca Juga:  Api Membesar di Dekat Makam Pulau Tidung, Warga Segera Minta Bantuan Damkar

Berkat kerja sama seluruh petugas, api berhasil dilokalisasi pada pukul 22.34 WIB. Setelah kondisi mulai terkendali, petugas melanjutkan proses pendinginan mulai pukul 22.49 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di dalam bangunan.

Proses pendinginan berlangsung hingga hampir tengah malam. Pada pukul 23.58 WIB, petugas menyatakan api telah padam sepenuhnya dan situasi di lokasi dinilai aman.

Bangunan yang terbakar diketahui merupakan rumah tinggal yang difungsikan sebagai lima unit kontrakan. Berdasarkan data awal, penghuni bangunan tersebut antara lain Suyanto, Muhdin, Tono, Toni, Rosita, Ilham, dan Nene Aziz.

Hingga proses pemadaman selesai, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka. Keberhasilan evakuasi penghuni menjadi salah satu faktor yang membuat insiden ini tidak menimbulkan korban manusia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas memasak yang dilakukan salah satu penghuni bernama Muhdin. Saat kompor dinyalakan, api diduga menjalar ke dinding rumah yang menggunakan material triplek.

Baca Juga:  Tragedi Tengah Malam di Bangkok, Kebakaran Kedai Bir Renggut Nyawa Puluhan Pengunjung

Material triplek yang mudah terbakar membuat kobaran api berkembang sangat cepat. Dalam waktu singkat, api merambat ke bagian bangunan lain sehingga seluruh area kontrakan sulit diselamatkan sebelum petugas tiba.

Selain material bangunan, jarak antarbagian kontrakan yang berdekatan turut mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam saat melakukan proses pengendalian.

Meski demikian, respons cepat dari petugas berhasil mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Upaya tersebut dinilai sangat penting mengingat kawasan Cakung Timur merupakan lingkungan dengan kepadatan permukiman yang cukup tinggi.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan penyisiran pada seluruh bagian bangunan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan.

Sementara itu, pihak Sudin Gulkarmat Jakarta Timur masih melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran. Pendataan mencakup identitas penghuni, kondisi bangunan, serta estimasi kerugian material yang dialami akibat insiden tersebut.

Selain menghitung kerugian, petugas juga terus mengumpulkan informasi dari para penghuni dan saksi di lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara masih mengarah pada penggunaan kompor saat aktivitas memasak, namun penyelidikan tetap dilakukan agar penyebab pasti dapat dipastikan.

Baca Juga:  Korban Tewas Kebakaran Pub di Bangkok Bertambah Jadi 32 Orang, Belasan Masih Kritis

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat menggunakan kompor maupun peralatan memasak lainnya. Pengawasan selama proses memasak sangat diperlukan, terutama apabila rumah menggunakan material yang mudah terbakar.

Pemeriksaan rutin terhadap kompor, regulator, selang gas, maupun instalasi listrik juga sangat dianjurkan guna mengurangi risiko terjadinya kebakaran. Selain itu, masyarakat diharapkan mengetahui langkah-langkah awal penanganan kebakaran dan segera menghubungi petugas apabila muncul tanda-tanda kebakaran.

Dengan pengerahan 13 unit mobil pemadam dan puluhan personel, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area permukiman lainnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerusakan besar pada bangunan kontrakan dan menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *