Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan Cari Korban KM Nurul Salsa yang Karam di Selayar

Indonesiaku.co – Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban kecelakaan kapal penumpang KM Nurul Salsa masih terus berlangsung di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti untuk menemukan puluhan penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang setelah kapal mengalami musibah di perairan barat Pulau Polassi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan seluruh personel yang terlibat difokuskan pada proses pencarian sesuai prosedur operasi Search and Rescue (SAR). Berbagai unsur dikerahkan agar peluang menemukan korban dalam kondisi selamat dapat semakin besar.

Insiden tersebut bermula ketika KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tersebut mengangkut puluhan penumpang yang hendak menuju Pulau Selayar untuk berbagai keperluan.

Namun di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi. Lokasi kejadian diperkirakan berada sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Gangguan tersebut menyebabkan situasi darurat yang kemudian berujung pada karamnya kapal.

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, Basarnas Makassar segera mengaktifkan operasi penyelamatan. Tim Rescue dari Pos SAR Selayar dan Kantor Basarnas Makassar langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian sekaligus memberikan pertolongan kepada para korban.

Baca Juga:  Pencarian KM Virgo Transport 8 Masuki Hari ke-16, Tim SAR Temukan Satu Korban di Bawah Air

Pada tahap awal, data yang diterima menyebut jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi bersama berbagai pihak, diketahui jumlah keseluruhan orang yang berada di atas kapal mencapai 70 orang. Perubahan data ini membuat proses identifikasi korban harus dilakukan secara lebih teliti.

Hingga saat ini, sebanyak 47 orang telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Sebagian besar korban berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita yang bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai kapal yang mengalami musibah.

KM Harapan Kita berhasil menyelamatkan 41 orang, termasuk awak kapal. Para korban ditemukan sekitar 18 nautical mile dari lokasi awal kapal mengalami gangguan. Setelah berhasil dievakuasi, mereka langsung mendapatkan penanganan awal sebelum dibawa menuju lokasi yang lebih aman.

Sementara itu, enam korban lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Kecepatan respons para nelayan menjadi salah satu faktor penting dalam menyelamatkan korban sebelum tim SAR tiba di lokasi.

Baca Juga:  Kapal Yacht Selandia Baru Selamatkan Delapan ABK KM Teluk Bara di Laut Maluku

Meski demikian, proses pencarian masih harus terus dilakukan karena terdapat 24 orang yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus menyisir wilayah pencarian menggunakan berbagai metode untuk memperbesar peluang menemukan korban.

Dalam operasi tersebut, Basarnas menerapkan sistem Search and Rescue Planning (Sarmap). Sistem ini membantu menentukan arah pencarian berdasarkan analisis arus laut, kecepatan angin, gelombang, serta kemungkinan perpindahan korban sejak waktu kejadian.

Dengan menggunakan perhitungan tersebut, area pencarian dapat difokuskan pada titik-titik yang memiliki potensi paling besar menjadi lokasi korban terbawa arus. Pendekatan ilmiah ini menjadi bagian penting dalam setiap operasi penyelamatan di laut.

Operasi SAR juga melibatkan banyak instansi. Selain Basarnas Makassar dan Pos SAR Selayar, pencarian turut didukung oleh TNI Angkatan Laut, awak KRI Marlin 877, BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, awak KM Harapan Kita, serta masyarakat nelayan.

Kolaborasi antarinstansi tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi kondisi darurat di laut. Setiap unsur memiliki peran masing-masing, mulai dari pencarian di permukaan laut, evakuasi korban, hingga pendataan dan koordinasi dengan keluarga korban.

Baca Juga:  Sesar Naik Busur Belakang Flores Picu Gempa M7,7, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan

Basarnas juga masih melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang. Muhammad Arif Anwar menjelaskan bahwa data korban belum sepenuhnya final karena masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi perbedaan informasi mengenai jumlah korban maupun identitas penumpang.

Selain proses pencarian, perhatian juga diberikan kepada para korban selamat. Mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan setelah mengalami kejadian yang cukup berat selama berada di tengah laut.

Musibah KM Nurul Salsa kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan pelayaran, termasuk pemeriksaan kondisi kapal sebelum berangkat, kelengkapan alat keselamatan, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat di laut. Faktor teknis seperti gangguan mesin harus menjadi perhatian utama agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Hingga berita ini ditulis, operasi SAR masih terus berlangsung di sekitar perairan Pulau Polassi. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen melanjutkan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sembari berharap tidak ada lagi penambahan korban dalam musibah tersebut.***

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *